ROH DAN DAGING

Jumat, 19 September 2014

ROH dan DAGING (Roma 8:1-17)
“Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera ” (Roma 8:6)

”Mengapa keinginan daging berakibat pada maut?” tanya seorang murid
kepada gurunya.”Tahta, harta dan kenikmatan adalah tiga hal yang dikejar oleh daging. Ketiganya merupakan penumpang gelap dalam hidup ini yang harus segera diturunkan dan ditinggalkan. Kalau tidak, mereka akan menguasai perjalanan hidup kita selanjutnya. Dan, mereka mengarahkan perjalanan hidup menuju kebinasaan” jawab Sang Guru.

Rasul Paulus meyakinkan bahwa bagi mereka yang ada dalam Kristus tidak ada penghukuman, karena mereka telah dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. Oleh karena itu, pesan Paulus selanjutnya, hiduplah penuh Roh. Mereka yang hidup menurut Roh akan memikirkan hal-hal yang dari Roh dan memiliki keinginan Roh yaitu hidup dan damai sejahtera. Roh akan menuntun kita menuju hidup suci, keselamatan dan kebenaran sejati.

Memikirkan dan memiliki keinginan Roh, memang bukan hal yang mudah!
Siap menggali Firman Allah untuk mendapat kekayaan rohani yang terpendam. Firman Allah pun dapat menjadi Terang untuk mendapatkan sesuatu yang tersembunyi bagi kita.

Persoalannya, mengapa orang percaya selalu kembali kepada kedagingan : dosa. Hal ini seringkali terjadi karena seringkali kita menawar Kebenaran dengan pelanggaranpelanggaran, yang mungkin dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Oleh karena itu, Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang percaya akan penebusan dan keselamatan dari Kristus, kita semua telah menerima Roh Kudus.Kita disebut sebagai anak Allah, waris Kerajaan Allah yang akan menerima janji-janji Allah bersama dengan Kristus. Syaratnya, siap menderita bersama Kristus : tidak tergoda keinginan daging.

Dalam melakukan tugas dan panggilan kita di Universitas Kristen Maranatha,
ada banyak godaan. Sebagai orang terpilih, Anda boleh memilih kembali kepada kedagingan atau hidup dalam Roh, menjalani derita bersama Terang. (IH)

Refleksi:
Berjalanlah dalam Terang, supaya segala sesuatunya menjadi jelas.

CARILAH KEBENARAN SEJATI

Kamis, 18 September 2014

CARILAH KEBENARAN SEJATI

“Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka”(2 Petrus 2:3)”

Dapatkah kebenaran diubah menjadi tipuan?” tanya seorang murid
kepada gurunya. ”Demi kepentingan dirinya, seseorang dapat membuat
’kotak sulap’ yang paling efektif di dunia ini untuk mengubah kebenaran
menjadi tipuan” jawab Sang Guru.

Mungkin kita pernah mendengar seorang hamba Tuhan memiliki uang sejumlah Rp. 4,1 triliun yang diakui sebagai hak miliknya karena usahanya berhasil, tapi sebagian jemaatnya menyatakan bahwa itu persembahan jemaat yang terkumpul yang diserahkan pengelolaannya kepada hamba Tuhan tersebut. Seorang teman, pernah mencoba berhitung bila hamba Tuhan tersebut membelanjakan uangnya sebesar Rp. 10 juta, berapa tahun uang itu akan habis. Keluar hitungan yang luar biasa : 1.123 tahun.

Tentu, kita tidak perlu iri dengan jemaat yang begitu terberkati (atau mungkin
usaha hamba Tuhan di bidang lain selain melayani jemaat tersebut memang juga terberkati) Tetapi, bagaimana pun jemaat patut curiga !

Sama halnya, ketika seorang PNS golongan III B bergaji 25 juta per bulan mempunyai harta ratusan milyard, atau seorang pejabat yang hartanya meningkat drastis setelah ia menjabat. Kita patut curiga.

Rasul Petrus mengingatkan di antara jemaat yang dilayaninya ada sejumlah guru-guru palsu yang pengajarannya hebat karena banyak juga yang menjadi pengikutnya tetapi apa yang dilakukannya semata-mata demi kepentingan pribadi. Petrus begitu marahnya terhadap mereka karena sebagai pengajar mereka membawa umat pada kebinasaan.

Bagaimana dengan kita yang bergerak di dunia pendidikan ? Seringkali kita
terjerumus oleh karena memperhatikan orang lain hanya dari kata-katanya bukan dari perbuatannya. Pada saatnya, kita sadar ia sedang melakukan ’tipuan’ , atau jangan-jangan kita pun sedang melakukan ’tipuan’ tersebut. (IH)

Refleksi :
Jangan hanya mencari kesenangan diri carilah Kebenaran Sejati.

ORANG-ORANG PILIHAN ALLAH

Rabu, 17 September 2014

ORANG-ORANG PILIHAN ALLAH (Kolose 3 : 12 – 17)

“ Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (Kolose 3 : 12)

Manusia hidup selalu dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia hidup.
Pengaruh lingkungan akan membentuk karakter seseorang. Karakter yang
dimiliki seseorang akan menentukan perilaku seseorang dalam berinteraksi
dengan lingkungan sekitarnya. Mengubah karakter seseorang merupakan hal yang sulit. Namun, sebagai orang percaya kita perlu diperbaharui untuk kemuliaan Allah.

Dalam nats kita hari ini, Paulus menulis mengenai bagaimana orang-orang pilihan Allah harus bersikap. Menjadi orang-orang pilihan Allah berhubungan dengan karakter yang harus dimilikinya. Yaitu menjadi orang yang sabar dan mau mengampuni seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita, maka haruslah kita perbuat demikian.Dua sikap yang bisa membawa kita kepada kesuksesan. Pertama yaitu mengenali
hal mana yang berasal dari Tuhan, yang dapat kita uji dari kasih yang ditunjukkan. Kedua yaitu cara pengendalian emosi dan motivasi melalui kasih, sesuai dengan cara kekristenan. Inilah cara kita bisa mengenali atau menunjukkan bahwa kita adalah pengikut Kristus. Pengikut Kristus sejati akan selalu diperintah oleh damai sejahtera, dan yang paling penting segala sesuatu yang kita lakukan dalam perkataan atau perbuatan, kita lakukan semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita.

Karakter yang harus kita miliki dalam kehidupan kita sebagai orang-orang pilihan Allah adalah karakter Kristus yang harus tampak dalam hidup kita yaitu karakter pengampunan dan karakter yang memiliki kasih. Kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan yang menyempurnakan. Karakter kasih menunjukkan pemahaman kita yang sepenuhnya akan ajaran Kristus. Karakter inilah yang diminta dari kita, bukan untuk memperoleh sesuatu melainkan karena kita percaya kepada Kristus yang telah menyelamatkan kita. (AG)

Refleksi:
Bagaimana karakter kita saat ini?

BERSAMA DENGAN DIA

Selasa, 16 September 2014

BERSAMA DENGAN DIA (Kolose 3 : 1 – 4)

“ Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan” (Kolose 3 : 4)

Dalam sebuah keluarga, yang terdiri dari orang tua dan anak, maka pastilah
orang tua akan berusaha untuk memenuhi setiap kebutuhan anak-anaknya.
Orang tua akan selalu menjaga dan membantu anak-anaknya dalam melakukan segala sesuatu. Orang tua senantiasa siap melindungi anak-anaknya. Selain itu anakanak pun akan mendapat dukungan yang luar biasa dari orang tua mereka. Sungguh menyenangkan bukan? Kalau kita sebagai anak dapat hidup bersama orang tua kita, karena orang tua kita senantiasa siap dan berjaga mendampingi anak-anaknya.

Demikian juga dengan Bapa di sorga. Jika kita mau hidup dekat dengan Allah, maka kita pun akan menjadi anak-anak kesayanganNya. Hidup dekat dengan Allah akan mendatangkan ketenangan dan damai sejahtera. Karena Allah memberi jaminan keselamatan kepada kita yang mau menjadi anak-anak yang dikasihiNya. Saat kita dalam kesusahan, kita tinggal berseru padaNya, maka Tuhan akan datang dan memberi pertolongan. Tuhan juga tidak akan pernah melepaskan penyertaanNya dalam hidup kita, bahkan Tuhan akan menyertai kita sampai akhir hidup kita.

Kalau kita mau hidup bersama Tuhan kita Yesus Kristus di sorga. Kita harus memikirkan perkara yang di atas dan membiarkan sikap kita ditentukan olehNya. Kita harus menilai, mempertimbangkan, dan memikirkan segala sesuatu dari sudut pandang kekekalan dan sorga. Tujuan dan sasaran kita hendaknya mencari hal-hal rohani. Tentunya ini adalah suatu perjuangan karena kita harus dapat melawan godaan yang senantiasa mengintai kita. Hidup dekat dengan Tuhan juga akan mendapatkan kelimpahan. Dia akan selalu memberkati kita dan tidak akan membiarkan kita kekurangan. kasihNya akan selalu ada dalam hidup kita dan Dia akan menjaga kita kemanapun kita pergi. (AG)

Refleksi:
Hanya dekat Allah saja aku tenang.

GAMBAR KHALIKNYA

Senin, 15 September 2014

GAMBAR KHALIKNYA (Kolose 3 : 5 – 10)

“ dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”
(Kolose 3:10)

Di siang hari yang cukup terik, tampak seorang laki-laki paruh baya sedang
membersihkan becaknya yang terparkir di dekat gerbang sebuah perumahan. Becak merupakan sebuah kendaraan beroda tiga tanpa mesin. Becak baru akan bergerak bila di kayuh oleh seseorang atau dengan kata lain becak bergerak dengan tenaga manusia. Tidak lama kemudian datang seorang perempuan muda yang minta diantar ke suatu tempat yang cukup jauh. Tukang becak mau mengantarnya. Ia tidak meminta harga yang tinggi walaupun jarak yang ditempuh cukup jauh. Keringat mengucur membasahi dahi dan tubuhnya, namun tukang becak tidak menunjukkan raut wajah yang kelelahan melainkan senyumanlah yang tampak di raut wajahnya. Saat ditanya mengapa ia selalu tersenyum? Jawabnya sederhana : ”Saya selalu bersyukur dengan apa yang saya miliki, terlebih lagi rasa syukur ketika ada orang yang terbantu dengan jasa saya ini. Saya bersyukur atas apa yang saya dapatkan, itu sudah rejeki dan tanda bahwa Tuhan selalu memelihara hidup saya dan saya pun dapat menghidupi keluarga saya.”

Rasa syukur yang dimiliki tukang becak merupakan sebuah karakter dari seseorang yang telah mengenakan hidup baru dan senantiasa mau terus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. Kita pun dapat memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya yaitu jika kita mengikuti apa yang ada dalam Yesus. Kita mau memperoleh pengetahuan yang benar tentang sifat, watak, karakter, tutur kata, perilaku, cara berpikir Yesus. Kita mau senantiasa diperbaharui, agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.

Saat ini kita yang adalah warga kampus Maranatha, baik sebagai seorang karyawan, mahasiswa atau dosen. Kita masih lebih beruntung dari tukang becak itu. Kita masih bisa belajar, memiliki penghasilan tetap, dan tidak perlu kepanasan setiap harinya. Bila seorang tukang becak saja mampu tersenyum dan bersyukur atas kehidupannya, lalu bagaimana dengan kita? (AG)

Refleksi:
Maukah kita mengalami perubahan yang terus menerus?

LAYAN (BAG. 2)

Jumat, 12 September

L.A.Y.A.N (Bagian 2) 1 Timotius 4:6.

Melanjutkan kata LAYAN, untuk huruf ke-2 dst.
A=Awali dengan Firman Tuhan, Doa dan Pujian kepada Tuhan
Pelayanan seperti medan perang melawan roh dan penguasa di udara (iblis). Oleh karena itu dibutuhkan peralatan pelayanan, yaitu Firman, Doa, Pujian. Firman adalah pedang roh kita dalam peperangan rohani (Ef 6:18). Firman membersihkan dan menguduskan kita (Yoh 15:3). Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.(1 Yoh 5:14).

Y=Yakini, setiap orang membutuhkan keselamatan/pengharapan
Semua orang, sadar ataupun tidak, butuh keselamatan, butuh pemulihan, butuh pengharapan, butuh kelegaan, inilah yang ditawarkan oleh Yesus Kristus. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom3:23). Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Mat. 11:28).

A=Akhiri dengan ucapan syukur
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes 5:18).Kol. 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

N=Nantikan pujian/hadiah Tuhan, bukan manusia
Fil 3:13b-14 aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.Mat. 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (TMZ)

Refleksi :
Kadang orang lebih suka dilayani daripada melayani. Ingatlah, Tuhan Yesus datang ke bumi ini untuk melayani bukan untuk dilayani. Dia mau mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba dan taat sampai mati (1 Yoh 3:16; Fil 2:5-8). Semoga banyak orang mengenal TUHAN, melalui pelayanan kita.

LAYAN (BAG. 1)

Kamis, 11 September 2014

L.A.Y.A.N (Bagian 1)

“Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.” (1 Timotius 4:6)

Tuhan Yesus Kristus mulai pelayanannya pada umur 30 tahun sesuai kebudayaan Timur. Masa pelayanannya sangat pendek, yaitu 3,5 tahun. Meskipun demikian, dampak pelayanannya begitu luarbiasa. Salah satunya perubahan Paulus, yang tadinya membenci pengikut Kristus, sekarang menjadi Rasul Kristus yang bersemangat. Paulus mengingatkan melalui surat kepada Timotius, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus yang baik dan terdidik. Apakah kita mau menjadi pelayan Kristus yang baik dan terdidik? Coba langkah praktis ini, L.A.Y.A.N.
L=Lakukan dengan kasih.
A=Awali dengan Firman Tuhan, Doa dan Pujian kepada Tuhan
Y=Yakini, setiap orang membutuhkan keselamatan/pengharapan
A=Akhiri dengan ucapan syukur
N=Nantikan pujian Tuhan, bukan manusia

L=Lakukan dengan kasih.

Melihat teladan Kristus, dalam Yoh. 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Maka semua dasar pelayanan kita, semata-mata adalah kasih. Hal yang unik mengenai kasih sayang Allah bukan hanya memberikan hidup kekal, namun penyertaanNya dalam hidup keseharian, seperti tercermin dalam Neh. 9:19, Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka
pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui. Motivasi Pelayanan adalah Kasih. Motivasi pelayanan kita bukanlah untuk mendapat uang, atau imbalan. Kita harus senantiasa termotivasi oleh kasih Tuhan yang begitu besar, yang sudah dianugrahkan kepada kita. (TMZ)

Refleksi :
Teladan Yesus Kristus sungguh nyata. KasihNya telah terbukti dari dahulu sampai sekarang. AnugerahNya, penyertaanNya untuk umat manusia begitu luarbiasa. Apa yang menjadi dasar pelayanan kita? Semoga kasih Allah yang begitu besar melandasi semua pelayanan kita.

CIPTAAN BARU

Rabu, 10 September 2014

CIPTAAN BARU

“ Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia.Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,ia adalah ciptaan baru:yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:16-17)

Metamorfosis adalah proses dari ulat menjadi hewan baru (fase sempurna) yaitu kupu-kupu. Pada prosesnya terjadi cukup panjang dan lama namum sederhana. Pertama-tama mulai dari telur yang diletakkan oleh kupukupu pada daun (biasanya daun pohon jeruk atau dapat juga pohon yang lain) yang bertujuan nantinya daun tersebut bisa menjadi bahan makanan ulat tersebut hingga mencapai dewasa setelah tiba waktunya menjadi pupa/ kepompong dan dalam beberapa hari akan menjadi kupu-kupu baru yang indah.

Sebelum krisis pertobatannya, Paulus hanya mengenal Kristus menurut ukuran manusia (maksudnya, sebagai sekadar sesama manusia). Sesudah mengetahui makna dari kematian Kristus, dia tidak lagi mengenal manusia atau mengenal Kristus menurut ukuran manusia. Wawasan rohani telah mengubah penekanan utama Paulus, keabadian telah menjadi tolok ukur dari segala sesuatu. Orang percaya kini menjadi ciptaan baru. Mengenai istilah baru. Ungkapan sudah berlalu berarti suatu perubahan menentukan yang terjadi pada saat kelahiran baru. Terjadi perubahan kekal yang dihasilkan pada saat lahir baru. Mereka yang menerima Yesus Kristus oleh iman dijadikan ciptaan yang baru, yang termasuk dunia baru Allah di mana Roh memerintah. Orang percaya itu menjadi seorang yang baru diperbarui seturut dengan citra Allah, ikut merasakan kemuliaan-Nya dengan pengetahuan dan pengertian yang dibaharui, dan hidup dalam kekudusan. Dahulu Allah telah menciptakan segala sesuatunya melalui Kristus, setelah karyaNya itu dirusakkan oleh dosa maka dipulihkanNya dengan menciptakan kembali segala sesuatunya dalam Kristus. Meskipun “ciptaan baru” itu, menyangkut jagat raya seluruhnya, namun pusatnya ialah “manusia baru” yang diciptakan dalam Kristus, untuk hidup baru, dalam kebenaran dan kekudusan.

Kehidupan kita di dalam Kristus merupakan hidup yang baru sebagai ciptaan baru. Hidup dengan kebiasaan baru yang memancarkan keindahan kasih Kristus dalam hidup anak-anak-Nya. Hidup yang baru akan menghasilkan buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. (RCM)

Refleksi :
Ciptaan baru menghasilkan kebiasaan baru.

 

PERBAHARUI KEKUATAN

Selasa, 9 September 2014

PERBAHARUI KEKUATAN

“ TUHAN akan menuntunengkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu;engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” (Yesaya 58:11)

Baterai sebagai sumber energi alat-alat elektronik seperti jam dinding, laptop, radio, senter dan alat-alat elektronik lainnya tentu sangat akrab di telinga kita. Baterai ditemukan Alessandro Volta di tahun 1800. Baterai merupakan kombinasi dua atau lebih sel elektrokimia yang bisa menyimpan energi dan kemudian merubahnya menjadi energi listrik. Baterai sekali pakai disebut juga dengan baterai primer, sedangkan baterai isi ulang disebut dengan baterai sekunder. Baterai isi ulang lebih banyak digunakan. Jika sudah habis, tinggal diisi ulang atau di cas. Tujuannya untuk mengisi energi yang baru atau memperbaharui energi yang sudah habis.

Bacaan hari ini berisi nubuat. Nubuat ini berasal dari zaman sesudah pembuangan. Ditekankan bahwa praktek dan ulah keagamaan harus ada jiwanya: segi batiniah merupakan hal yang diutamakan. Pasal-pasal ini ditulis selama tahun-tahun akhir hidup Yesaya. Allah menyatakan nubuat-nubuat ini supaya memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat-Nya selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya; pasal-pasal ini penuh dengan penyataan nubuat mengenai Mesias yang akan datang dan kerajaan-Nya di bumi kelak. Beberapa peristiwa yang dinubuatkan digenapi berhubungan dengan tertawannya Yehuda oleh Babel dan pemulihannya. Banyak nubuat lain lebih khusus berhubungan dengan datangnya Yesus Kristus ke bumi, dan yang lain lagi masih menunggu penggenapan. Nubuat yang berisi janji-janji Allah ini seperti baterai yang memberikan kekuatan baru bagi bangsa Israel.

Janji Allah merupakan baterai yang memberikan kekuatan baru bagi kita anak-anak Tuhan pada saat mengalami berbagai kesulitan. Berkat-berkat Allah yang melimpah memasuki kehidupan kita. Kasih dinyatakan melalui : terang Allah dan sukacita penuh dari keselamatan dan kesembuhan, perlindungan dan kehadiran Allah dinyatakan dalam kehidupan kita, pertolongan Allah dalam kesusahan melalui doa yang dijawab, kegelapan dan penindasan terangkat, bimbingan dan kekuatan Allah serta pemulihan sejati, standar-standar dan norma-norma Allah dihidupkan kembali. Pengaruh kesalehan hidup anak-anak Tuhan akan terus mengalirkan berkatnya kepada orang lain. (RCM)

Refleksi :
Janji Allah memperbaharui kekuatan kita.

PEMBAHARUAN BATIN

Senin, 8 September 2014

PEMBAHARUAN BATIN

“ Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan
roh yang teguh!” (Mazmur 51:10)

Sejak manusia jatuh kedalam dosa, sangat sulit bagi manusia untuk mau
mengakui kesalahan karena selalu ingin mencari pembenaran. Jika ada yang salah, manusia cenderung menyalahkan orang lain dan tidak mau dipersalahkan. Kesombongan dan ingin mempertahankan harga dirinya menyebakan seseorang tidak mau mengakui kesalahan sekalipun sudah ada bukti-buktinya. Bahkan, ada yang mencari cara-cara kotor untuk menutupi kesalahannya. Diperlukan kerendahan hati untuk seseorang mau mengakui dosanya dan melakukan pertobatan.

Nas hari ini merupakan bagian dari doa pertobatan Daud. Doa tobat, yang paling indah dalam Perjanjian Lama ini mirip dengan tulisan-tulisan para nabi. Dengan hangat dan rendah hati pemazmur memohonkan ampun, dan setelah mengaku kedosaannya, dia kembali meminta pembaharuan hati. Ia berjanji akan mengajar orang lain, supaya merekapun menyesal lalu memuliakan dan memuji Tuhan. Semua orang yang telah berbuat dosa besar dan dikuasai oleh rasa bersalah dapat menerima pengampunan, penyucian dosa, dan pemulihan dengan Allah jikalau mereka menghampiri Dia dalam sikap dan kata-kata mazmur ini. Permohonan Daud untuk pengampunan dan pemulihan berdasarkan kasih karunia, kemurnian, kasih
yang tidak pernah gagal dan belas kasihan Allah, hati yang benar-benar hancur dan bertobat, dan akhirnya pada kematian Kristus yang mendamaikan karena dosa kita. Ini adalah yang keempat dan yang paling serius di antara Mazmur-mazmur Pengakuan Dosa. Kedalaman pengalaman seseorang, kesadaran akan dosa, dan permohonan ampun yang ada dalam mazmur ini tidak tertandingi oleh mazmurmazmur lainnya. Semua orang percaya memerlukan Roh Allah untuk menciptakan di dalam diri mereka hati murni yang membenci dosa dan roh yang dibaharui yang
rindu melakukan kehendak Allah. Hanya Allah yang dapat menjadikan kita ciptaan baru dan memulihkan kita kepada kesalehan sejati.

Apakah selama ini Anda melakukan kesalahan dan berusaha menutupinya? Kita dapat menutupi kesalahan dengan berbagai cara, tapi dihadapan Tuhan semuanya terbuka. Datanglah pada Tuhan, akuilah kesalahan dan mohon ampun. Mintalah Tuhan untuk memperbaharui batin sehingga hati kita dipenuhi oleh damai sejahtera Allah. (RCM)

Refleksi :
Pembaharuan batin terjadi jika kita membuka hati untuk Allah.