FORMULA S.E.T.I.A (bagian kedua)

2015-03-21

FORMULA S.E.T.I.A (bagian kedua)

“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika
tuannya itu datang.”
(Matius 24:46)”

E=Evaluasi / selidiki setiap kehidupan kita. 1 Timotius 4:16 Awasilah dirimu
sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan
berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang
mendengar engkau. Di akhir zaman, iblis semakin giat untuk menyesatkan semua
orang lewat ajaran-ajaran yang nampaknya baik namun menyesatkan, menjauhkan
orang dari Tuhan, mengandalkan kekuatan diri sendiri. Untuk menjadi hamba yang
setia, evaluasi setiap kehidupan kita agar tidak dirasuki ajaran sesat itu.
T=Taat. Roma 6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba
dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang
telah diteruskan kepadamu. Hamba yang setia adalah hamba Kristus, bukan lagi
hamba dosa. Kita sudah ditebus oleh darah-Nya yang mahal, sehingga kita menjadi
milik-Nya. Sekarang kita telah di dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba Allah
yang harus taat kepada-Nya.
I=Iman yang mengalahkan dunia. 1 Yohanes 5:3b-4 “Perintah-perintahNya itu
tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah
kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Fakta membuktikan bahwa
50% pelajar di Indonesia buka situs porno, sehingga tidak heran kasus sodomi di
Jakarta, Indramayu, Semarang dan kota-kota lainnya mencuat. Teknologi internet
sangat berkembang pesat, seringkali godaan ada di depan mata kita, ada di rumah
kita, ada di sekitar kita. Televisi dengan berbagai siaran acara ada di setiap sudut
rumah, menjadi godaan untuk menghabiskan waktu bersamanya, bukan bersama
Allah. Hanya dengan iman kepada Kristus, kita bisa mengalahkan. Hamba yang setia
melakukan tugasnya, walau tuannya belum datang.
A=Amanat Agung Yesus Kristus.Kerjakanlah amanat-Nya, Allah mau kita terlibat
dalam rencana-Nya menyelamatkan orang-orang yang terhilang. Matius 28:19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam
nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (TMZ)
Refleksi :
SETIA tidaklah mudah, namun tidak sulit. Ketika kita mengandalkan kekuatan sendiri
pastilah berat, mintalah Tuhan untuk menjaga kehidupan kita, agar kita menjadi
hamba yang setia sampai Tuhan datang kembali.

FORMULA S.E.T.I.A. (Bagian 1)

2015-03-20

FORMULA S.E.T.I.A. (Bagian 1)

“Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-muridNya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.
Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang
lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya
untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada
kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda
kesudahan dunia?”.
(Matius 24:1-3)”

Tuhan Yesus bernubuat, bahwa Bait Allah yang dilihat murid-murid-Nya akan
dihancurkan. Bait Allah ini merupakan bait Allah kedua yang dibangun pada
zaman Zerubabel dan Ezra. (Bait Allah yang pertama yang dibangun oleh Raja
Salomo, telah dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar) Bait Allah kedua ini, akhirnya
hancur juga pada tahun 70 M. Jenderal Titus membakar Bait Allah ini. Pertanyaannya,
kapan Bait Allah yang baru akan dibangun kembali di tempat yang sama? Bait Allah
ini dijadikan salah satu tanda, kapan kedatangan Tuhan dan kesudahan dunia. Tidak
ada seorang pun yang tahu. Sudahkah kita siap menyambut kedatangan-Nya atau
kita “˜cuek”™ saja, sehingga tidak pernah mempersiapkan diri sendiri. Dalam Matius
24:40-42, Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa
dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar
batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu
berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Hal ini mengajarkan yang terpenting adalah bukan terangkat atau ditinggalkan,
itu kedaulatan Tuhan, tetapi kita didapati tetap bekerja ketika Tuhan datang. Tips
untuk menyambut kedatangan Tuhan adalah S.E.T.I.A, seperti yang dikatakan dalam
Matius 24:46. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya
itu, ketika tuannya itu datang.
Tips pertama : S= Sejahtera / Shalom. Kolose 3:15, Hendaklah damai sejahtera
Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi
satu tubuh. Untuk menjadi hamba yang setia, peliharalah hubungan yang baik
dengan Tuhan Yesus Kristus, agar damai sejahtera-Nya tetap dalam kehidupan kita,
damai sejahtera-Nya tetap memerintah, damai sejahtera-Nya mengendalikan hati
kita. (TMZ)
Refleksi :
Sudahkah kita berjaga-jaga setiap saat, kapanpun Tuhan datang kita siap
mempertanggungjawabkan semua pekerjaan kita?

TERGERAKLAH HATINYA OLEH BELAS KASIHAN

2015-03-19

TERGERAKLAH HATINYA OLEH BELAS KASIHAN

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu;
dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi
kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak
dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya
sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.”
(Lukas 10:33-34)”

Organ-organ tubuh yang penting seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, usus,
dan sejenisnya disebut “˜jeroan”™, dilindungi oleh tulang-tulang. Organ ini
sangat sensitif, bila tersentuh atau terkena pukulan akan sangat terasa sakit,
sangat tidak nyaman. Seperti inilah gambaran hati orang Samaria yang tergerak
hatinya. Dia merasakan ada sesuatu yang menyentuh hatinya, yaitu belas kasihan.
Belas kasihan orang Samaria ini, disoroti oleh Tuhan Yesus dalam perumpamaan
ini, yang tidak terdapat di dalam diri Imam dan orang Lewi (pelayan-pelayan bait
Allah). Tanpa memikirkan status sebagai orang Samaria yang sering dipandang
sebelah mata oleh orang Yahudi, dia bergerak cepat untuk menolong orang yang
dirampok itu, mendekat, membalut lukanya, menyirami dengan minyak dan anggur
(mengobati), membawa ke tempat penginapan dan merawatnya. Sayang rumah
sakit saat itu belum ada, bila ada pasti akan dibawa kesana. Orang Samaria itu
berinisiatif untuk merawatnya dan tidak meninggalkan begitu saja. Dia merawatnya
sampai pulih dan memastikan orang yang luka itu sembuh benar, setelah itu ia
meneruskan perjalanannya.
Orang Samaria ini adalah gambaran dari Tuhan Yesus sendiri, yang penuh belas
kasihan terhadap manusia yang berdosa. Manusia yang berdosa, seperti orang yang
dirampok habis-habisan, dilukai, semua hartanya dirampas dan dibiarkan begitu
saja sampai mati, bila tidak ada yang menolongnya. Tuhan Yesus, datang ke dunia
ini dengan satu visi yaitu menyelamatkan orang yang berdosa, yang tidak mampu
untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tidak mampu untuk bangun, tidak mampu
untuk memulihkan diri, hanya tinggal menunggu pertolongan saja. Dalam Markus
1:41. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”
Begitulah hati Tuhan Yesus terhadap kita. Ia sangat peduli dan mau menjadikan kita
tahir. (TMZ)
Refleksi :
Mintalah Tuhan mentahirkan (menyembuhkan), bila ada dosa dan akibat dosa masa
lalu. Mintalah hati dengan penuh belas kasihan, seperti hati Tuhan Yesus, agar kita
menjadi berkat bagi banyak orang.

KATA BERBAHAGIALAH VS CELAKALAH

2015-03-18

KATA BERBAHAGIALAH VS CELAKALAH

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu
dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan
itu.” (Matius 21:43)”

Ada bangsa yang menolak, ada bangsa yang menerima kerajaan Allah. Bangsa
mana yang menolak dan bangsa mana yang menerimanya? Berikut gambaran
orang-orang (bangsa) yang berbahagia dan yang celaka :
Berbahagialah bangsa yang menerima kerajaan Allah ini. Tuhan Yesus berkata:
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang
empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:3).Inilah orang-orang yang berbahagia. Miskin
di hadapan Allah, bukan kondisi materi atau keuangan, itu menunjukkan keadaan
rohani, artinya tanpa anugerah Allah, tanpa karya keselamatan dari Allah, kita tidak
ada artinya, tidak dapat berbuat apa-apa. Orang yang miskin di hadapan Allah,
sangat membutuhkan belas kasihan Allah. Dia sangat menyambut, kerajaan Allah
yang diberikan secara cuma-cuma, yaitu keselamatan dalam Yesus. Makanya orangorang ini disebut berbahagia, karena Kerajaan Allah menjadi miliknya. Mereka
menjadi warga Kerajaan Allah dimana Allah memerintah sebagai Raja diatas segala
raja.
Ingat doa pemungut cukai dalam perumpamaan Yesus, “Ya Allah, kasihanilah aku
orang berdosa ini”(Luk. 18:13) merupakan ilustrasi bagus mengenai “miskin di
hadapan Allah,” sebab merekalah yang memiliki kerajaan surga.
Kebalikannya, bangsa yang celaka seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam
Matius 23:29: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai
kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di
depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang
berusaha untuk masuk.”Orang-orang ini secara kedudukan sangat tinggi, terhormat
dan memiliki kekuasaan yang besar di masyarakat. Mereka sebagai ahli Taurat, pasti
banyak pengetahuan dibanding yang lainnya. Namun sayangnya, orang seperti ini
dikatakan munafik (tidak sesuai apa yang mereka ketahui, ajarkan dan yang mereka
lakukan), bahkan mereka menutup pintu bagi orang-orang yang mau ke Kerajaan
Sorga. Mereka menjadi penghambat bagi orang yang berusaha masuk ke Kerajaan
Allah. Bahkan dalam ayat 15, mereka mentobatkan orang menjadi penganut
agamanya untuk membawanya ke neraka. (TMZ)
Refleksi :
Berharap Anda dan saya termasuk orang yang berbahagia, karena telah menerima
anugerah keselamatan dalam Kristus Yesus.

FORMULA 3M

2015-03-17

FORMULA 3M

“Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan
dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang
dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus,
dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus
Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari
Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”
(1 Korintus 1:1-3)”

Rasul Paulus memiliki Formula 3M, untuk menerima panggilan dari Allah. Dia
mengajarkan kepada jemaat Korintus, bahwa Kristus Yesus telah menguduskan/
mengkhususkan dan memanggil mereka menjadi orang-orang kudus. Formula
3M, akan menolong jemaat Korintus, juga kita semuanya.
M1 : Membuang sampah dalam kehidupan kita. Dalam Filipi 3:7-8, Tetapi apa yang
dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus,
Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan
semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.
Buanglah sampah-sampah kenajisan, percabulan, perselingkuhan, kawin campur
dan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Allah. Ketika sampah Anda bawa
kemana-mana, akan menimbulkan penyakit, bahkan kematian rohani. Buanglah
sampah yang mengganggu hubungan kita dengan Kristus.
M2 : Memiliki kerinduan mengenal Yesus Kristus.Filipi 3:10, Yang kukehendaki ialah
mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya,
di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.Hendaknya kerinduan
kita, bukan terhadap pekerjaan, jabatan, kekayaan, kehormatan atau berkat-berkat
materi, tetapi hendaknya kita rindu kepada Dia, Allah kita, rindu untuk bersekutu
denganNya.
M3 : Mengejar mahkota kehidupan. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian
dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian
untuk memperoleh mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh mahkota yang
abadi. (1 Korintus 9:25). (TMZ)
Refleksi :
Anda dan saya telah dipanggil oleh Allah menjadi orang kudus. Coba formula 3M ini,
dan kita menjadi serupa dengan Kristus Yesus.

LUBANG TIKUS

2015-03-16

LUBANG TIKUS

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan
oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang,
karena semua orang telah berbuat dosa.”
(Roma 5:12)”

Pernahkah tikus masuk ke dalam rumah anda? Suatu kali, ada tikus masuk ke
dalam rumah saya. Saya baru tahu, setelah melihat kotorannya dan mencium
bau tidak sedap. Saya berusaha menangkapnya karena sangat mengganggu,
beberapa barang digigit, dilubangi, bau kotoran yang menyengat dan kami sekeluarga
takut tertular penyakit yang dibawa oleh tikus tersebut. Saya mencari ke setiap
sudut, tempat yang mungkin menjadi sarang tikus tersebut. Akhirnya saya berhasil
menangkap 1 tikus. Pikir saya sudah selesai, dengan tertangkapnya 1 tikus tersebut.
Namun beberapa hari kemudian, ditemukan kotoran baru, padahal tempat tersebut
sudah dibersihkan. Pasti ada tikus-tikus lain yang masih bercokol di rumah! Saya
mengulangi pencarian, dan tertangkap tikus-tikus lainnya termasuk anaknya di
dalam sebuah dus, tempat peralatan. Sejak saat itu, rumah saya bebas dari tikus,
semua lubang yang menjadi jalan tikus masuk, ditutup rapat, pintu gerbang/garasi
tidak dibiarkan terbuka, dibuka saat perlu lalu ditutup kembali.
Hal serupa dialami oleh dunia ini. Dunia pada awal penciptaaan terlihat indah,
nyaman untuk ditinggali manusia, hewan, tumbuhan. Manusia setiap hari bersekutu
dengan Allah dan berkawan dengan segala hewan dan tumbuhan serta lingkungan.
Namun karena dosa telah masuk ke dalam dunia ini, seperti tikus masuk ke dalam
rumah kita, maka dosa itu mendatangkan maut bagi seluruh isi dunia. Telah menjalar
kepada semua orang, menjadikan semua orang telah berdosa. Dosa memisahkan
hubungan baik antara manusia dan Tuhan, dosa membawa kutuk bagi bumi, dosa
membawa maut.
Bagaimana cara menyelamatkan manusia yang sudah berdosa, dipengaruhi
dosa dalam setiap sendi kehidupan, dan tidak ada yang benar di hadapan Allah?
Allah sudah mengutus anakNya untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya
kepadaNya. Lewat pengorbanan anakNya (Tuhan Yesus) di kayu salib, dosa telah
dikalahkan, kuasa maut sudah dipatahkan. Yoh 3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya
ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya
oleh Dia. (TMZ)
Refleksi :
Sudahkah anda membersihkan hidup anda dari dosa? Menutup semua lubang
dosa yang menghancurkan hidup anda? Percaya padaNya, mohon Tuhan Yesus
membereskan hidup anda, agar sukacitaNya terpancar.

PLIMSOLL MARK (WATERLINE)

2015-03-15

PLIMSOLL MARK (WATERLINE)

“Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi
kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28.”

Waterline, National Load Line atau Plimsoll Mark diciptakan oleh Samuel
Plimsoll, ditempatkan di kapal laut. Mark ini menunjukkan batas kapal
boleh diberi muatan. Sebelumnya banyak kapal laut tenggelam, tanpa
diketahui penyebabnya. Dengan dipasangkan Plimsoll Mark ini, banyak kapal-kapal
terselamatkan, karena tidak diperkenankan berlayar bila batas ini terlampaui.
Setiap kapal laut memiliki batas muatan yang diperbolehkan untuk berlayar,
demikian pula kehidupan kita. Setiap orang memiliki muatan atau beban-beban
kehidupan, ada yang ringan ada pula yang berat, bahkan mungkin kelebihan beban.
Beban kehidupan di pekerjaan, di sekolah, di rumah, di lingkungan, di keluarga, bisa
membebani anda dan membuat anda menjadi stress/depresi. Perlu diperhatikan,
setiap orang memiliki batas muatan atau Plimsoll Mark seperti pada kapal laut. Bila
batas muat terlampaui, cepat atau lambat anda akan tenggelam, mungkin hancur,
atau mengalami kerusakan yang hebat di dalam diri anda. Akibatnya anda sakit fisik,
sakit jiwa, hubungan dengan sesama terganggu, hubungan dengan Tuhan tidak jelas.
Tuhan Yesus menawarkan suatu anugrah bagi kita semua, sebelum batas muat
terlewati ataupun kehidupan yang sudah hancur sekalipun : Marilah kepada-Ku
semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Tawaran Tuhan tidak mengada-ngada, Dia tahu apa yang menjadi pergumulan hidup
kita. Dia tahu bahwa manusia sudah jatuh dalam dosa. Sebagai akibat dosa itu, kita
mengalami maut, kita mengalami persoalan hidup, yang membuat kita letih lesu,
tanpa pengharapan.
Misi-Nya datang ke dunia ini bukan hanya menyelamatkan manusia yang berdosa,
tetapi membuat hidup yang penuh harapan. Aku memberi kelegaan kepadamu.
KaryaNya yang sempurna di kayu salib, membebaskan kita dari belenggu dosa,
beban dosa yang membuat kita selalu kelebihan beban. Datang padaNya maka
kapal kehidupan kita aman, pelayaran kehidupan kita pun aman. (TMZ)
Refleksi :
Sudahkah tawaran datang kepadaNya disambut baik? Bila belum, sekarang
waktunya, jangan tunggu, kesempatan tak pernah terulang.

PERCAYA DALAM NAMANYA

2015-03-14

PERCAYA DALAM NAMANYA

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anakanak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”
(Yohanes 1:12)”

Dalam sebuah kebaktian pemberkataan pernikahan sering sekali kita mendengar
bahwa mempelai pria dan wanita melakukan suatu janji sehubungan
pernikahan mereka. Mempelai wanita mengatakan bahwa aku menerima
engkau sebagai suamiku. Apakah kita sudah pastikan janji yang 30 detik tersebut
sudah menunjukkan bahwa si istri sudah menerima suaminya dengan sepenuhnya?
Tentunya butuh waktu untuk membuktikan hal tersebut, sekalipun mereka sudah
diikat sebagai satu keluarga yang baru. Tahun-tahun pernikahan yang panjanglah
yang membuktikan bahwa apakah si isteri tersebut sudah menerima suami secara
benar.
Perikop yang kita baca hari ini menunjukkan bagaimana iman yang menyelamatkan
adalah suatu tindakan atau sikap yang berlangsung seumur hidup. Dimana setiap
orang yang mau menjadi anak Allah, maka orang perlu menerima Kristus sebagai
juruselamatnya. Hal ini merupakan suatu tindakan iman. Menerima dapat diartikan
membutuhkan usaha keras untuk mengenalNya secara terus menerus. Tidak
berhenti untuk belajar mengenal kehendakNya, setelah tindakan penerimaan ini
setiap orang yang sudah menerima Kristus sebagai juru selamat pribadi, masih harus
ada tindakan percaya. “Percaya” menunjukkan suatu tindakan berkesinambungan
dan memerlukan ketekunan yang berlangsung terus menerus. Tindakan iman
merupakan suatu aktivitas, dimana iman yang sejati bukanlah suatu kepercayaan
yang statis dalam Yesus dan pekerjaan penebusanNya, tetapi suatu penyerahan
yang penuh kasih dan menyangkal diri, yang senantiasa membawa seorang untuk
dekat kepadaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Apakah saudara dan saya sudah menerima Kristus sebagai Juruselamat secara
benar? Apakah hanya menerimanya di mulut saya tetapi tidak pernah mengubah
hidup dan hati kita untuk terus belajar tentang firmanNya dan kehendakNya serta
bertumbuh didalamNya. Menerima Kristus butuh proses pembelajaran terus
menerus, mengakui otoritas firmanNya yang membentuk dan mengarahkan hidup
kita, dan tidak pernah berhenti sampai Tuhan memanggil. (CS)
Refleksi :
Mari mengoreksi kembali kehidupan kita, apakah kita memiiki tindakan yang terus
menerus untuk mengenal-Nya dalam kehidupan kita?

DISELAMATKAN KARENA RAHMATNYA

2015-03-13

DISELAMATKAN KARENA RAHMATNYA

“pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang
telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali
dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus”
(Titus 3:5)”

Setiap orang yang berbuat baik pasti mengharapkan sesuatu yang akan
diterimanya pada saat ini dan atau pada masa yang akan datang. Dalam
sebuah perusahaan setiap biaya yang dikeluarkan maka akan diharapkan akan
memperoleh pendapatan saat ini dan atau dimasa yang akan datang. Tidak ada
yang dapat diperoleh manusia tanpa mengorbankan sesuatu. Kalau kita renungkan
apa yang dapat kita peroleh dalam dunia ini tanpa harus melakukan pengorbanan?
Mungkin hampir tidak ada. Tidak ada sesuatu secara duniawi yang dapat diperoleh
manusia tanpa mengorbankan sesuatu.
Perikop kita saat ini mengingatkan kita, bahwa ada sesuatu yang dapat kita
peroleh dengan cuma-cuma, bahkan dengan pengorbanan sebanyak apa pun
yang kita lakukan tidak akan dapat memperoleh hal tersebut. Alasannya karena
apa yang sudah menjadi standar Allah tidak akan mungkin dicapai oleh manusia
yang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Bagaimana seorang yang
berdosa dapat menyelamatkan dirinya dengan segala perbuatannya? Maka segala
perbuatannya dalam keberdosaan juga. Nats ini menunjukkan kepada kita tentang
kelahiran kembali orang percaya. Kelahiran kembali dengan pengakuan bahwa
Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya. Pembaharuan yang
dikerjakan oleh Roh Kudus, menunjukkan kepada penyelenggaraan hidup Ilahi
secara berkesinambungan kepada orang percaya, sementara mereka menyerahkan
kehidupan mereka kepada Allah. Setiap orang tidak dapat menyelamatkan dirinya
sediri, baik dengan kepintaran mereka, kebaikan mereka dan sebagainya. Hanya
karena rahmat-Nya setiap manusia dapat diselamatkan.
Bagaimana dengan kita, apakah kita masih mengandalkan perbuatan-perbuatan kita?
Masihkah kita mengandalkan segala hal yang kita miliki untuk dapat menyelamatkan
kita setelah kematian? Mari terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
pribadi kita masing-masing, sehingga kita dapat hidup didalam rahmat-Nya. (CS)
Refleksi :
Menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat dan Tuhan dalam hidup kita secara
pribadi, berarti juga mengakui Dia dalam segala hal didalam setiap kehidupan kita.
Mari lakukan!!

KASIH ALLAH DALAM KEBERDOSAAN MANUSIA

2015-03-12

KASIH ALLAH DALAM KEBERDOSAAN MANUSIA

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk
orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia yang
telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan
menurut Roh”
(I Petrus 3:18)”

ecara umum dapat kita lihat bahwa jikalau ada seseorang yang sangat “ngefans”
kepada seseorang maka orang tersebut akan melakukan segala cara untuk dapat
bertemu dengan orang tersebut. Tidak jauh berbeda juga disaat seseorang
sudah sangat sayang kepada seseorang, maka mungkin orang tersebut mau
berkorban apa saja untuk orang yang disayanginya. Banyak orang mau berkorban
untuk seseorang yang benar secara duniawi. Banyak orang yang mau menderita
untuk memperjuangkan sesuatu yang benar. Misalnya memperjuangkan penegakan
keadilan, penegakan pemberantasan korupsi, dan sebagainya.
Berbeda dengan perikop yang kita baca saat ini, dikatakan Kristus telah mati sekali
untuk segala dosa kita. Ia yang benar, mati untuk orang-orang yang tidak benar. Mati
disini dapat diartikan sebagai mati dalam arti sesungguhnya, juga dapat diartikan
sebagai sebuah penderitaan. Kemudian ada kata “sekali”, maka ini adalah sesuatu
yang berbeda dengan jaman para nabi, yang harus memberikan persembahan berkalikali untuk pengampunan dosa umatnya. Disini dikatakan, Kristus cukup menderita
satu kali saja. Ia yang benar untuk orang yang tidak benar, hal ini menunjukkan
bahwa Kristus mati sebagai pengganti kita. Orang yang kudus menggantikan orang
yang berdosa, dimana kita yang seharusnya dihukum dan menanggung semua dosa
tersebut, digantikan oleh Kristus sendiri yang tidak berdosa. Ia memposisikan diriNya
sendiri di tempat kita, dan memikul kejahatan kita. Ia yang tidak mengenal dosa
menderita sebagai ganti mereka yang tidak mengenal kebenaran. Tujuan kematian
Kristus adalah membawa kita kepada Allah.
Mari dengan iman, kita mohon ampun atas segala keberdosaan kita, yang sudah
ditanggung oleh Kristus di kayu salib. (CS)
Refleksi :
Penderitaan Kristus memberikan jalan kepada kita menuju keselamatan. Manusia
yang seharusnya menderita digantikan oleh Kristus yaitu Allah sendiri. Mari
bertumbuh dan belajar untuk hidup bagi Allah. Menghargai pengorbanan Kristus
lewat setiap pekerjaan kita.