PENGORBANAN YANG TIDAK SIA-SIA

“ Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: ”Ya Tuhan Yesus,terimalah rohku. ” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: ”Tuhan,janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka! ” Dan dengan perkataan itumeninggallah ia.” (Kisah Para Rasul 7:59-60 )

Pada hari ini kita diingatkan dengan peristiwa besar yaitu Gerakan 30 September(dahulu disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI), Gestapu (Gerakan September TigaPuluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di saat tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. Ada orang-orang yang rela berkorban demi bangsa ini.

 
Stefanus adalah seorang tokoh yang menonjol pada zaman gereja mula-mula. Diaseorang yang penuh dengan karunia, kuasa dan hikmat. Namun, sekelompok orang Yahudi yang kalah berdebat dengannya bersekongkol mengajukan fitnah untuk melawan Stefanus dan menyeretnya ke hadapan Mahkamah Agama. Stefanus dituduh menghujat Musa dan Allah (Kis 6:8-15). Di hadapan Mahkamah Agama yang mengadilinya Stefanus justru bersaksi tentang Kristus. Sewaktu Stefanus menuduh orang-orang Yahudi sebagai menghujat Allah, mereka menjadi marah secara tidak terkendali. Stefanus tidak terpengaruh oleh kemarahan Sanhedrin. Pada saat ini Allah
memberikan kepadanya penglihatan berupa langit terbuka dengan Anak Manusia yang berdiri di sebelah kanan Allah. Kata-kata Stefanus sebenarnya merupakan penegasan bahwa klaim tentang Yesus yang baru saja dibuatnya di hadapan sidang pengadilan yang sama ini, yaitu bahwa Yesus adalah Anak Manusia surgawi bukanlah bersifat menghujat, sebagaimana dituduhkan oleh Sanhedrin, melainkan justru merupakan kebenaran Allah. Stefanus sungguh-sungguh mengklaim bahwa Yesus kini telah menjadi Anak Manusia yang ada di sebelah kanan Allah. Menjelang ajalnya, Stefanus berbicara kepada Yesus yang dimuliakan sebagai Allah sendiri, dengan memohon agar Yesus menerima rohnya. Kata-kata terakhir Stefanus merupakan sebuah permohonan pengampunan bagi orang-orang yang membunuhnya. Pengorbanan Stefanus merupakan tindakan yang berani dilakukannya demi imannya kepada Kristus.

Para perwira berkorban demi bangsa dan Stefanus sudah berkorban demi imannya kepada Kristus sehingga Injil tersiar kepenjuru dunia melalui Saulus yang bertobat. Apa yang sudah kita korbankan demi Kristus?(RCM)
Refleksi :
Berkorban demi Kristus tidak ada yang sia-sia

PENDIDIKAN DAN KECERDASAN

“ Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang
ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih
cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya”
(Daniel 1:20)

Orang tua yang mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di Universitas
Kristen Maranatha berharap bahwa anaknya akan menjadi seorang sarjana.
Sarjana (dari bahasa Sanskerta ”penciptaan”, dalam bahasa Inggris:
undergraduate) adalah gelar akademik yang diberikan kepada lulusan program
pendidikan sarjana (S-1). Untuk mendapatkan gelar sarjana. Secara normatif
dibutuhkan waktu selama 4 (empat) sampai 6 (enam) tahun. Keberadaan orangorang
yang terdidik di masyarakat akan sangat menolong kehidupan yang lebih baik

 
Ketika bangsa Israel di buang ke Babel, raja Babel bertitah untuk membawa beberapa
orang Israel yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni anakanak
muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami
berbagai-bagai hikmat, pengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian
tentang ilmu yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja supaya
mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. Raja menetapkan bagi mereka
pelabur setiap bari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka
harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu harus bekerja pada raja. Diantara
mereka adalah Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Daniel berketetapan untuk
tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum
raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah
menajiskan dirinya. Akhirnya diperoleh bahwa mereka didapati lebih cerdas sepuluh
kali lipat dari pada yang lainnya

 
Pendidikan tinggi setingkat sarjana merupakan salah satu kebutuhan yang penting
dalam pembentukan hidup manusia. Tidak semua orang memiliki kesempatan
untuk studi sampai ke perguruan tinggi. Hari ini merupakan hari Sanjana. Kita yang
berada di lembaga pendidikan tinggi, sebagai pendidik maupun sebagai tenaga
kependidikan berupaya sebaik mungkin membantu para mahasiswa untuk dapat
menyelesaikan studi dengan baik. Mahasiswa seharusnya belajar dengan baik dan
menghargai serta mempergunakan kesempatan yang sudah Tuhan berikan untuk
menimba ilmu sehingga menjadi alumni-alumni yang memiliki kecerdasan bukan
hanya di bidang keilmuan tapi juga kecerdasan spiritual, kecerdasan emosianal, dan
kecerdasan-kecerdasan lainnya serta menjadi berkat di masyarakat. (RCM)

 
Refleksi :
Gelar sarjana harus dibarengi dengan peningkatan kecerdasan

TANTANGAN PERJALANAN MISI

“Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ ia hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada
waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan
untuk kembali melalui Makedonia.”
(Kisah Para Rasul 20:3 )

Transportasi masal dan murah menjadi sarana yang dapat membantu kita.
Salah satu alat transportasi masal yang digunakan adalah kereta api. Hari ini
kita memperingati hari kereta api. Kehadiran kereta api pertama di Indonesia
mulai hadir sejak Tanam Paksa hingga saat ini. Perusahaan yang dinasionalisasikan,
Djawatan Kereta Api (DKA) berdiri pada tanggal 28 September 1945. Setelah
Tanam Paksa diberlakukan oleh van den Bosch pada tahun 1825-1830, ide tentang
perkeretaapian Indonesia diajukan dengan tujuan untuk mengangkut hasil bumi
dari Sistem Tanam Paksa tersebut. Salah satu alasan yang mendukung adalah tidak
optimalnya lagi penggunaan jalan raya pada masa itu. Akhirnya, pada 1840, Kolonel
J.H.R. Van der Wijck mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api di Hindia
Belanda. Kereta api pertama di Indonesia dibangun tahun 1867 di Semarang.
Perjalan misi yang dilakukan oleh Paulus tidak lepas dari penggunaan berbagai
sarana transportasi sebagai alternatif. Yerusalem merupakan pusat cerita dan tema
utamanya ialah perluasan gereja dari Yerusalem ke seluruh Palestina. Sekarang
Yerusalem terdesak ke belakang, dan Antiokhia menjadi pusat cerita karena Antiokhia
menyokong perluasan gereja di Asia dan Eropa. Perluasan ini dilaksanakan dengan
tiga perjalanan misi oleh Paulus, masing-masing dimulai dan diakhiri di Antiokhia.
Paulus kembali ke Asia untuk melakukan perjalanan pemberitaan Injil yang ketiga,
dengan melewati terlebih dahulu wilayah Frigia-Galatia. Sesudah berkunjung ke
gereja-gereja di Makedonia, Paulus tiba di Yunani, atau di Akhaya, dan tinggal selama
tiga bulan, mungkin di Korintus. Lukas tidak menyebutkan alasan utama perjalanan
terakhir Paulus ke Yerusalem. Mereka menyerahkan uang sumbangan yang telah
dikumpulkan oleh orang-orang kudus di Makedonia dan Akhaya untuk membantu
saudara-saudara seiman mereka yang miskin. Ketika Paulus akan naik perahu dari
Korintus ke Siria, dia mengetahui adanya beberapa orang Yahudi yang bermaksud
membunuh dia di dalam perjalanan. Karena itu Paulus mengubah rencananya dan
melakukan perjalanan darat melalui Makedonia, menelusuri jejak-jejaknya sendiri.
Hidup yang diserahkan kepada Tuhan dan didedikasikan kepada sesama akan
menghadapi banyak permasalahan. Perlu hikmat Tuhan untuk mengatasinya dan
mengambil langkah yang benar, baik, serta tepat (RCM)
Refleksi :
Perjalanan hidup bersama Tuhan akan menghadapi banyak tantangan

INFORMASI YANG MENDUKUNG AKSI

“ Berkatalah aku kepada raja: ”Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat
bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan
aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman
raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintupintu
gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan
kudiami.” Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang
murah melindungi aku.”
(Nehemia 2:7-8)

 
Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari
suatu tempat ke tempat lain. Sejak ditemukan telephone oleh Antonio Meucci,
telekomunikasi telah berkembang pesat, bahkan bisa jadi tercepat di antara
sistem lain. Terutama setelah ditemukan transistor, Integrated Circuit (IC), sistem
prosesor, dan sistem penyimpanan. Informasi pada saat ini bukan lagi menjadi
penghalang karena dalam sekejap saja sudah menyebar ke seluruh penjuru bumi.
Hari ini kita memperingati hari telekomunikasi.

 
Dalam kisah Nehemia, setelah mendengar informasi dari saudara-saudaranya
tentang keberadaan Yerusalem, Nehemia menjadi sedih. Kesedihan Nehemia
yang tampak di hadapan raja menimbulkan pertanyaan yang penting yang
membuat Nehemia mengajukan permohonan izin untuk pergi ke Yerusalem agar
dapat membangun kembali tembok-temboknya. Raja bukan hanya mengabulkan
permohonan ini, namun juga permohonan Nehemia berupa surat-surat pengantar
bagi para penguasa di barat dan juga akan bahan-bahan bangunan untuk membangun
pintu-pintu gerbang bagi kota, istana dan kubu pertahanan di Yerusalem. Suratsurat
kepada pemerintahan di barat dan kepada Asaf yang diserahkan raja kepada
Nehemia mungkin juga menyebutkan pengangkatannya sebagai bupati Yehuda
(5:14). Dikeluarkannya surat-surat ini beserta wewenang untuk membangun kembali
Yerusalem dan tembok-temboknya, hampir dapat dipastikan merupakan ketetapan
untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem yang akan mengawali tujuh
puluh kali tujuh masa yang dinubuatkan oleh Daniel 9:24-27.

 
Sebelum kita bereaksi terhadap sesuatu, kita perlu memiliki informasi yang jelas dan
memanfaatkan berbagai sarana informasi untuk mendukung aksi kita sehingga aksi
yang akan kita lakukan menjadi terfokus, efisien, dan efektif. (RCM)

 
Refleksi :
Informasi yang jelas dan tepat sasaran akan menolong kita untuk mencapai suatu
tujuan dengan baik

PERENCANAAN PERLU PERHITUNGAN

“ Berkatalah aku kepada raja: ”Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan
aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman
raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintupintu
gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan
kudiami.” Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang
murah melindungi aku.”
(Nehemia 2:7-8)

 
Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari
suatu tempat ke tempat lain. Sejak ditemukan telephone oleh Antonio Meucci,
telekomunikasi telah berkembang pesat, bahkan bisa jadi tercepat di antara
sistem lain. Terutama setelah ditemukan transistor, Integrated Circuit (IC), sistem
prosesor, dan sistem penyimpanan. Informasi pada saat ini bukan lagi menjadi
penghalang karena dalam sekejap saja sudah menyebar ke seluruh penjuru bumi.
Hari ini kita memperingati hari telekomunikasi.

 
Dalam kisah Nehemia, setelah mendengar informasi dari saudara-saudaranya
tentang keberadaan Yerusalem, Nehemia menjadi sedih. Kesedihan Nehemia
yang tampak di hadapan raja menimbulkan pertanyaan yang penting yang
membuat Nehemia mengajukan permohonan izin untuk pergi ke Yerusalem agar
dapat membangun kembali tembok-temboknya. Raja bukan hanya mengabulkan
permohonan ini, namun juga permohonan Nehemia berupa surat-surat pengantar
bagi para penguasa di barat dan juga akan bahan-bahan bangunan untuk membangun
pintu-pintu gerbang bagi kota, istana dan kubu pertahanan di Yerusalem. Suratsurat
kepada pemerintahan di barat dan kepada Asaf yang diserahkan raja kepada
Nehemia mungkin juga menyebutkan pengangkatannya sebagai bupati Yehuda
(5:14). Dikeluarkannya surat-surat ini beserta wewenang untuk membangun kembali
Yerusalem dan tembok-temboknya, hampir dapat dipastikan merupakan ketetapan
untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem yang akan mengawali tujuh
puluh kali tujuh masa yang dinubuatkan oleh Daniel 9:24-27.

 
Sebelum kita bereaksi terhadap sesuatu, kita perlu memiliki informasi yang jelas dan
memanfaatkan berbagai sarana informasi untuk mendukung aksi kita sehingga aksi
yang akan kita lakukan menjadi terfokus, efisien, dan efektif. (RCM)

 
Refleksi :
Informasi yang jelas dan tepat sasaran akan menolong kita untuk mencapai suatu
tujuan dengan baik

BERDOA DAN BERUSAHA

Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap
mereka siang dan malam karena sikap mereka.
(Nehemia 4:9)

 

Kecenderungan orang saat ini mau menikmati kesenangan dan ketenaran
dengan cara yang mudah dan cepat. Hal ini bisa kita lihat dengan berbagai
acara di televisi. Banyak acara yang diminati dan diikuti oleh pemirsa televisi
adalah acara yang mengajak seseorang untuk mencapai kesuksesan dengan dengan
cara cepat. Tidak sedikit orang mencoba berbagai kompetisi minat dan bakat supaya
cepat terkenal. Budaya instan seperti ini menjadi trend anak muda yang sebisa
mungkin menghindari proses pengalaman hidup yang berliku-liku.

 
Nehemia adalah seorang juru minum raja, Nehemia mencicipi lebih dahulu apa yang
akan disajikan kepada raja untuk membuktikan bahwa minuman itu tidak mengadung
racun. Hanya orang yang paling dipercaya dapat menduduki posisi tertinggi ini dalam
istana raja Persia. Nehemia tidak egois. Ia peduli dengan penderitaan umat Tuhan.
Ia serius memikirkan masalah bangsanya dan sangat terbeban. Ketika Sanbalat dan
Tobia dan orang lain melihat kemajuan usaha pembangunan tembok Yerusalem,
mereka mencoba berniat untuk mengacaukan situasi dan kondisi di kota itu. Nehemia
dengan sikap merendahkan diri berdoa kepada Tuhan sambil tetap mengadakan
penjagaan terhadap orang-orang yang bermaksud jahat. Dalam ayat 17 dikatakan
bahwa orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya
dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata. Ini
menjadi bukti bahwa mereka bukan hanya berdoa tetapi ada upaya yang dilakukan
untuk pembangunan tembok Yerusalem.

 
Nehemia memiliki sikap yang prima yaitu bukan hanya berdoa tetapi juga berusaha
dengan melakukan untuk membangun tembok Yerusalem. Sikap seperti ini sangat
positif, dan seyogyanya menjadi bagian hidup warga kampus UK. Maranatha;
merendahkan diri di hadapan Tuhan tetapi juga tidak berpangku tangan, ada sesuatu
usaha yang dikerjakan untuk kemajuan civitas akademika UK. Maranatha. Setiap
pribadi yang prima akan selalu siap menggunakan dan mengembangkan potensi
yang Tuhan percayakan dalam kehidupannya. (RZA)

 
Refleksi :
Milikilah beban ‘berdoa dan berusaha”

BANYAK BERBUAT BAIK

Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita dalam bahasa Yunani
Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
(Kisah Para Rasul 9:36)

Berbuat baik kepada orang yang baik dengan kita adalah hal biasa tetapi berbuat
baik kepada semua orang tanpa “memandang bulu” adalah sebuah tindakan
yang luar biasa dan jarang sekali ditemukan. Tidak dipungkiri bahwa orang lebih
cenderung membalas kepada orang yang pernah berjasa dalam hidupnya, khususnya
ketika ia mengalami musibah berat. Ia tidak akan mudah melupakan orang itu dan
jika ada kesempatan ia akan berusaha membalas jasa orang itu.

 
Nas hari ini mengisahkan bahwa Tabita alias Dorkas seorang perempuan yang memiliki
kegemaran berbuat baik bukan hanya sekali-kali tetapi sering kali, sebuah kebiasaan
yang baik dan menjadi sebuah karakter dari pribadi Dorkas. Ia rajin menjahitkan baju
untuk para janda. Suatu kali ia mengalami sakit dan akhirnya meninggal. Orang-orang
sekitarnya merasakan sangat kehilangan sekali karena mereka terkesan dengan
dengan perbuatan baik Tabita. Saat mereka tahu bahwa Petrus sedang melayani di
sebuah kota, mereka mengutus dua orang untuk menjumpai Petrus. Petrus datang
ke rumah Dorkas disemayamkan dan menyuruh orang-orang untuk keluar ruangan
itu dan ia berlutut dan berdoa. Ia berpaling ke mayat itu dan berkata: Tabita,
bangkitlah! Lalu Tabita membuka matanya dan bangun. Petrus memanggil orangorang
dan menunjukkan perempuan itu masih hidup. Jika Dorkas bukan orang yang
rajin berbuat baik dan memberi sedekah, mungkin tidak banyak orang yang merasa
kehilangan dan tidak ada orang yang peduli mau jauh-jauh meminta Petrus untuk
datang berdoa. Hal ini menjadi kesaksian bagi banyak orang untuk menjadi percaya
kepada Yesus.

 
Perbuatan baik seharusnya dilakukan oleh setiap pengikut Kristus. Tidak ada alasan
apapun untuk kita tidak berbuat baik karena setiap kita sudah menikmati kebaikan
Tuhan. Yang perlu kita renungkan adalah perbuatan baik yang disertai ketulusan dan
keikhlasan. Perbuatan baik bukan untuk dipuji dan dibanggakan tetapi sebagai bukti
bahwa mau berbagi kebaikan Tuhan kepada sesama. Orang-orang yang ada sekitar
kita yang bisa menilai dan merasakan perbuatan baik kita. Makna kehadiran kita
akan sangat berarti bagi siapapun yang ada di sekitar kita, termasuk dalam civitas
akademika Universitas Kristen Maranatha. (RZA)

 
Refleksi :
Menjadi orang yang baik hati kepada semua orang

AKAN KUKEMBALIKAN

“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku
akan keberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari
seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
(Lukas 19: 8)

Mengembalikan suatu barang yang bukan menjadi tanggung jawabnya adalah
tindakan yang jarang terjadi. Biasanya orang akan mengembalikan barang
pinjaman atau barang yang sudah rusak atau mungkin karena dipaksa untuk
mengembalikan. Kecenderungan akan hal ini tentunya sesuai dengan natur manusia
berdosa yang lebih mementingkan kepentingan dirinya daripada kepentingan orang
lain. Natur dosa membuat orang cenderung untuk tidak bertanggung jawab dengan
apa yang telah dilakukannya.

 
Dalam nas hari ini diceritakan bagaimana Zakheus bertemu dengan Tuhan Yesus
yang menumpang di rumahnya. Pada saat itu masyarakat menilai Zakheus
dipandang sebagai orang berdosa yang suka memeras dan tidak mempedulikan
kondisi orang lain. Sebagai kepala cukai dan seorang kaya, Zakheus cenderung
memandang rendah orang lain dan tidak mau bergaul dengan sembarang orang.
Zakheus berusaha melihat siapakah Yesus? Ia tidak menyangka akan disapa Yesus
dan didatangi rumahnya. Kegirangan dan sukacita Zakheus pada saat bertemu
langsung dengan Yesus membuat sikap hidupnya berubah, Ia berjanji kepada
Tuhan akan mengembalikan hak orang lain dan orang yang pernah diperasnya akan
dikembalikan empat kali lipat. Sebuah perubahan besar terjadi dalam diri Zakheus
karena telah menemukan sosok pribadi yang tidak bisa dibandingkan dengan harta
kekayaan yang ia miliki.

 
Sebagai seorang yang berjumpa dengan Kristus, pasti akan mengalami perubahan
hidup dalam diri. Perubahan hidup ini dikerjakan oleh Kristus dan menjadi motor
penggerak dalam setiap pribadi untuk mengalami perubahan yang lebih baik.
Perubahan setiap pribadi (siapapun dan apapun statusnya) akan memberikan
dampak positif bagi diri dan lingkungannya. Tidak kecuali perubahan dalam sistem
kinerja dan budaya lingkungan sebuah komunitas. Menjadi kerinduan bersama
sebagai warga Universitas Kristen Maranatha ke arah perubahan pribadi dan
organisasi yang lebih baik. (RZA)
Refleksi :
Perubahan dimulai dari diri sendiri.

BERANI KARENA NAMA TUHAN

“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan
pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama
TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”
(1 Samuel 17: 45)

 

Peristiwa kenekatan Mario Steve Ambarita, 21 tahun yang masuk ke rongga ban
pesawat Garuda tujuan Pekan Baru – Jakarta bulan April tahun 2015 menjadi
berita yang menghebohkan. Berita ini menjadi sorotan dunia dan perhatian
serius bagi petugas bandara di Indonesia. Apapun alasan Mario masuk rongga
ban pesawat, ia telah melakukan pelanggaran dan hal ini menggambarkan bahwa
kenekatan dan keyakinan dalam diri memberi pengaruh bagi seseorang untuk
bertindak ke arah yang positif maupun negatif.

 
Daud seorang gembala muda memiliki keyakinan dalam dirinya bahwa TUHAN
mampu menolong dan menyertai hidupnya. Dia berani berkata bahwa ia datang
dengan nama Tuhan semesta alam; sebuah keyakinan iman yang tinggi. Daud pernah
mengalami kuasa Tuhan yang melepaskan dirinya dari cakar singa dan cakar beruang.
Dengan pertolongan Tuhan ia bisa mengalahkan binatang buas untuk menjaga
kawanan kambing domba. Menghadapi Goliat yang memiliki perawakan yang besar
dan tinggi tidak membuatnya menjadi takut dan gentar. Daud memproklamirkan
bahwa Tuhan yang disembah bangsa Israel akan menyelamatkan bukan dengan
pedang atau lembing tetapi dengan tangan Tuhanlah akan diserahkan lawan Sebuah
pengakuan iman yang dibuktikan dalam tindakan Daud melawan Goliat orang Filistin.
Daud mengambil batu dan diumbankan ke arah Goliat dan batu itu terbenam ke
dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Daud menghunus
pedang dan menghabisi nyawa Goliat.

 
Dalam kehidupan ini pasti setiap orang akan mengalami berbagai persoalan, yang
menjadi pertanyaannya bagaimana sikap dan tindakan kita ketika menghadapi
persoalan hidup. Adakah persoalan hidup yang sangat berat membuat kita menjadi
takut dan gentar menghadapinya. Seringkali kita lupa bahwa persoalan dan
pergumulan terberat kita tidak sebanding dengan kuasa Allah. Keyakinan kita akan
kebesaran Allah tidak boleh dikalahkan dengan situasi dan kondisi apapun. Sebagai
warga kampus keyakinan akan Tuhan adalah bagian yang penting. Keyakinan akan
Tuhan menjadi andalan hidup yang membuat kita tidak takut dan gentar menghadapi
berbagai macam tantangan baik secara pribadi maupun institusi. Karena Tuhan yang
akan menolong dan menyertai kehidupan kita dalam menghadapi tantangan dan
ancaman hidup ini. (RZA)

 
Refleksi :
Keyakinan akan Tuhan menjadi andalan hidup.

DATANG MENGHADAP TUHAN

“Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian
pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.”
(2 Raja-raja 19:14)

Siap atau tidak siap setiap manusia akan menghadapi berbagai pergumulan
dalam kehidupannya. Hal yang membedakannya adalah bagaimana menghadapi
dan menangani pergumulan hidup ini. Ada orang yang ketika menghadapi
masalah langsung meminta bantuan kepada orang-orang yang dianggap mampu
menyelesaikan masalah yang dihadapi seperti meminta bantuan kepada ‘orang
pintar’ (dukun), sahabat terdekat, saudara yang kaya dan kepada rohaniwan. Dalam
pelayanan kunjungan kami kepada keluarga yang mengalami masalah dalam rumah
tangganya, mereka mohon didoakan tetapi kami sempat bertanya apakah pernah
meminta bantuan kepada orang lain? Mereka mengakui telah meminta bantuan
kepada orang yang dituakan dalam adat mereka (orang pintar) dan mereka diberikan
cincin untuk dipakai oleh anaknya dan sesuatu yang ditempatkan di depan pintu
rumah mereka. Hal ini adalah sebuah gambaran bahwa masih ada orang yang
mengaku Kristen datang kepada dukun (orang pintar) dalam menyelesaikan masalah
mereka.

 
Dalam nas hari ini dikisahkan Raja Hizkia menghadapi masalah yang besar yaitu
kerajaannya akan diserang oleh Raja Asyur yang terkenal telah mengalahkan dan
menumpas semua musuh-musuhnya. Ketika Raja Hizkia selesai membaca surat para
utusan, ia langsung pergi ke rumah TUHAN dan menyerahkan masalahnya kepada
Tuhan. Raja Hizkia berdoa memohon belas kasihan Tuhan dengan berkata : Ya
Tuhan, Allah Israel…Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Sendengkanlah
telingaMu ya Tuhan…selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan
di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya Tuhan (ay19). Doa
Raja Hizkia di dengar oleh Tuhan (ay 20), melalui perantaraan Yesaya, Tuhan berkata
apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur telah Kudengar.

 
Pengalaman raja Hizkia ini bisa menjadi contoh bagi kehidupan kita. Apapun persoalan
yang dihadapi datanglah kepada Tuhan yang empunya kehidupan ini. Tuhan akan
bekerja melalui caraNya untuk menolong setiap persoalan yang kita hadapi. Begitu
pentingnya relasi dengan Tuhan ! Yang perlu kita lakukan adalah memiliki kerinduan
untuk datang dan menyerahkan setiap persoalan kita kepada Tuhan. (RZA)

 
Refleksi:
Tuhan tidak pernah tuli untuk mendengar seruan doa umatNya.