RENCANA ALLAH TIDAK MUNGKIN GAGAL

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”  (Yeremia 29:11)

 

Segala sesuatu yang terjadi dalam sejarah umat manusia ada dalam rencana dan izin Allah. Allahlah yang berdaulat penuh menentukan arah sejarah umat manusia. Tak ada yang dapat menggagalkan rencana Allah, termasuk kekuasaan manusia.

Hanya satu langkah lagi bagi Absalom untuk bisa tercatat dalam sejarah sebagai raja ketiga kerajaan Israel. Rakyat sudah simpati kepadanya. Daud, sang raja Israel, sudah menyingkir. Seandainya dia mengikuti nasihat Ahitofel untuk langsung mengejar Daud yang sedang dalam keadaan lesu dan patah semangat, hancurlah Daud, dan Absalomlah yang akan duduk sebagai raja Israel menggantikan Daud.

Di langkah terakhir itulah justru Absalom gagal. Dia lebih cenderung memilih nasihat Husai daripada Ahitofel. Kemenangan yang sudah ada di depan mata pun sirna. Mengapa demikian? Alkitab menjelaskan bahwa Allah turut bekerja dalam hal ini (17:14). Mengapa Allah menggagalkan rencana Absalom? Allah melakukan hal itu bukan karena Daud lebih baik daripada Absalom, tetapi karena rencana Absalom bertentangan dengan Rencana Agung Allah bagi keluarga Daud. Allah tidak akan membiarkan rencana-Nya gagal, termasuk oleh kesalahan atau perbuatan manusia.

Memang, ada kesan bahwa Allah nampak berlaku tidak adil terhadap Absalom. Akan tetapi, bila kita memandang dari sudut pandang rencana kekal Allah, yaitu bahwa Allah hendak mendatangkan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan, kita akan memahami bahwa Allah tetap akan mengupayakan rancangan-Nya tersebut. Dengan perkataan lain, tidak akan ada kuasa apa pun di dunia ini yang mampu menggagalkan rancangan damai sejahtera Allah!  (AL)

 Refleksi :

Seorang pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang hidup dalam rencana Allah dan meyakininya