EMAS ATAU RUMPUT?

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami” (1 Korintus 3:12)

Seorang pengusaha property sedang mengalami kesulitan finansial dan sulit untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Temannya yang kaya mendengar tentang kesulitan itu, memberinya sejumlah uang dan mengatakan, „Saya ingin anda membangun rumah untuk saya. Saya sangat sibuk dan tidak akan sempat memeriksa kemajuan pembangunan yang saya percayakan padamu. Di tanah inilah anda akan membangun.” Sang kontraktor sangat gembira. Ia kemudian berpikir bagaimana mendapatkan keuntungan tambahan dengan memotong beberapa sudut dan menggunakan bahan bangunan yang lebih murah serta tidak mudah diperiksa. Setelah rumah itu selesai, temannya yang kaya datang melihat. Temannya terkesan dan sangat senang dengan hasil kerjanya. Dia kemudian mengatakan kepada sang kontraktor, “Saya tidak perlu rumah ini. Saya melakukan ini untuk membantu Anda. Saya sudah memiliki sebuah rumah yang indah. Saya akan memberikan rumah ini kepada anda!” Mendengar hal ini, sang kontraktor hampir pingsan! Ia berpikir, ”Oh, betapa bodohnya saya! Jika saya tahu, aku tidak akan menipunya dan justru akan menggunakan bahan terbaik dan membangun sebuah rumah yang lebih baik.” 
Keprimaan seseorang dalam bekerja diukur dari kualitas hidupnya. Hal itu sangat jelas diungkapkan oleh Paulus saat ia membandingkan emas, perak, batu permata dengan kayu,, rumput kering dan jerami. Kualitas itu dibuktikan dengan ujian. Siapa yang tahan uji akan memperoleh reward yang pantas. Setidaknya ada 3 komponen uji kualitas kerja seseeorang : (1) Motivasi Harus Benar. Motivasi utama seseorang haruslah mengisi hidup dengan keprimaan karena Tuhan telah memberikan segala sesuatu dengan prima. (2) Cara Kerja Harus Benar. (3) Hasilnya harus terbaik. Berat bukan?

Justru karena berat itulah maka tidak ada alasan bagi setiap orang percaya untuk main-main dengan hidup dan profesinya. Mau kualitas emas atau rumput? Pilihan ditangan kita. (AL)
Refleksi :
Semakin sulit pekerjaannya, semakin besar keberhasilannya (Thomas Paine).