FOKUS…FOKUS….FOKUS

“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka” (Amsal 4:25)

Dalam sebuah perlombaan lari marathon, ada seorang atlet asal Tanzania yang megalami cidera otot sehingga dokter menyuruhnya untuk tidak meneruskan pertandingan, tetapi atlet itu tetap saja terus berlari dengan menahan rasa sakit. Atlet itu tidak menang, bahkan saat tiba di stadion, semua orang siap-siap untuk pulang. Ketika wartawan melihatnya tiba di garis finish, wartawan itu  bertanya mengapa ia tetap berlari walau tahu bahwa ia telah kalah bahkan harus menahan rasa sakit sepanjang perjalanan. Sang Atlet pun berkata kepada sang wartawan : ”Aku diutus negaraku bukan hanya untuk memulai pertandingan tetapi juga untuk mengakhirinya.” Mengapa ia tetap berlari? Karena ia fokus pada tugasnya yakni Mengakhiri Pertandingan dan Mencapai Garis Finish.

Kehilangan fokus  hampir bisa dipastikan pernah dialami setiap orang. Di tengah kita sedang mengerjakan sesuatu, kita tergoda untuk mengerjakan atau memikirkan hal yang lain. Saat bekerja dikantor ada saja gangguan yang bisa membuyarkan fokus kerja kita, bahkan saat kita tengah berusaha untuk sungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan, ada saja hal yang bisa membuyarkan fokus kita, sehingga akhirnya seluruh proyek dan pekerjaan kita terbengkalai dan tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Bila kita ingin tetap fokus, seringkali diperlukan keberanian dan tekad yang teguh untuk berani berkata ”tidak” kepada hal-hal yang bisa membuyarkan fokus kita. Apa yang menghalangi fokus kita hari-hari ini? Ambillah keputusan yang tegas untuk segera mematikannnya dan menyingkirkan! Singkirkan  dan matikanlah hal-hal yang membuyarkan fokus anda. (AL)

Refleksi :
Fokus adalah jalan utama untuk menghasilkan kinerja yang prima dalam hidup setiap hari.