MENCIPTAKAN YANG BAIK

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (Kejadian 1:9-10)
Di sebuah forum diskusi, seseorang mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik: “Mana yang lebih penting, menjadi baik atau menjadi benar?” Saya tertarik dengan sebuah respon jawaban yang diajukan oleh salah satu peserta lainnya: “menjadi baik itu untuk sebuah karya pak, menjadi benar itu ketika menjalankan perintah agama.” Pikiran saya langsung terkait pada kisah Penciptaan Allah atas alam semesta ini. Sungguh kedahsyatan alam semesta di luar batas kemampuan pikiran manusia untuk mencernanya, dan bahkan sainspun terus meraba-raba untuk membuka satu demi satu kotak Pandora, menyingkap kemahabesaran Tuhan pencipta semesta alam.

Dalam bahasa asli kata yang digunakan menjelaskan kata baik adalah  towb,  yang perluasan makna katanya bisa indah, menyenangkan, sesuatu yang disepakati. Jadi jika kita ingin tahu bagaimana dunia ini awal diciptakannya di mata Allah? Maka dunia ini adalah tempat yang baik, indah, menyenangkan, seperti yang digambarkan dalam keindahan di Taman Firdaus. Sisi lain yang bisa kita pelajari adalah bahwa Allah menciptakan sesuatu bukan asal-asalan, sehingga kita sebagai ciptaan Allah yang memiliki gambar Allah (Imago Dei), seharusnya mengikuti teladan Allah dalam penciptaan ketika kita berkarya menghasilkan sesuatu dalam kehidupan kita.

Namun, yang seringkali terjadi adalah kita tidak menyediakan waktu yang cukup untuk bekerja secara serius menghasilkan hasil pekerjaan yang prima. Mungkin ada banyak alasan mengapa kita tidak bisa mencapai hasil terbaik dalam pekerjaan kita, namun menghasilkan pekerjaan yang kurang baik, dampaknya juga akan kembali kepada diri kita. Reputasi kita menjadi buruk. Itulah sebabnya kita harus meneladani Allah dalam penciptaan, artinya kita berusaha untuk menghasilkan karya-karya terbaik melalui kehidupan yang kita miliki. (AT)

Refleksi:
Sudahkah anda menghasilkan karya yang top dalam kehidupan dan karier Anda?