APA YANG BAIK?

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. “ (Matius 26:39)

Memahami apa yang baik itu agak rumit jika mesti disimpulkan menuju satu jawaban bukan? Apa yang baik bagi setiap orang berbeda-beda. Kadang apa yang baik bagi orang yang satu, buruk bagi yang lain. Ada seorang debater yang pandai menjebak dengan sebuah pertanyaan. Pertama ia mengajukan pertanyaan definisi, “baik itu apa?” Kemudian saya menjawab: “banyak maknanya. Minimal aman.” Dia bertanya lagi: “Aman bagi siapa?” Saya menjawab: “Aman bagi semua.” Lalu dia bertanya lagi: “Apakah aman bagi seekor harimau, aman juga bagi rusa yang dimangsanya?” Rumit bukan untuk menjawabnya?

Dalam nats di atas mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus diperhadapkan pada sebuah kondisi, di mana Ia harus melewati penderitaan yang ditunjukkan Bapa kepada diriNya. Ia memohon sekiranya hal itu tidak terjadi pada diriNya. Jika ada seorang konselor pada saat itu, mungkin mereka akan memberikan nasehat supaya Yesus menghindarinya, atau jika ada psikolog akan menyatakan sang Rabbi sedang mengalami delusi, atau paling tidak di jamannya sudah ada muridNya sendiri yang mengangkat pedang membelaNya. Namun Yesus nyatanya memiliki ketetapan untuk berjalan menurut kehendak Allah Bapa.

Artinya, sebenarnya ada banyak hal dalam kehidupan ini, apa yang baik itu sudah ada di dalam diri kita, dan hanya kita sendiri yang tahu tentang apa yang baik, yang membuat kehidupan kita menjadi bermakna. Bisa jadi apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang ada di sekeliling kita atau yang paling dekat dengan kita. Bahkan ketika apa yang kita yakini tersebut nampaknya konyol, dan kelihatan kurang bergengsi atau tidak berharga. Namun pada akhirnya adalah kita sendiri yang memutuskan apa yang terbaik dalam kehidupan kita, dan yang terbaik itulah yang akan membuat kehidupan yang kita jalani ini berarti. (AT)

Refleksi:
Sudahkah Anda menemukan kehendak Bapa sebagai jalan terbaik yang harus engkau tempuh?