EXCELLENT IN SPEAKING

“Dengan  lidah  kita  memuji  Tuhan,  Bapa  kita;  dan  dengan  lidah  kita  mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah” (Yakobus 3:9)

Mulutmu harimaumu. Pasti kita sudah pernah mendengarkan pepatah ini.
Dalam kalimat tersebut tersirat arti bahwa jika salah berucap maka hal yang telah terucapkan itu akan menjadi bumerang bagi yang mengucapkannya. Jauh sebelum pepatah ini ada, Alkitab telah mencatat bahwa lidah adalah api (Yakobus 3:6). Bahkan di ayat ke-8 dikatakan bahwa lidah itu buas, tidak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan sehingga tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah. Lidah itu kecil (ayat 5) tapi sanggup membuat perkara besar yang dapat menentukan nasib manusia (ayat 4).

Di dalam perkataan ada berkat dan juga kutuk. Raja Salomo mengatakan dalam kitab Amsal 18:21,  “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.” Begitu kerasnya Firman ini dalam mengingatkan kita akan “bahaya” jika menggunakan lidah dengan semena-semena.

Sebagai seorang yang mengaku Kristen, kita harus berhati-hati dalam berbicara dan berucap kepada orang lain. Ucapan yang salah (termasuk berbohong, bergosip) tentu akan menyinggung perasaan dan akhirnya menyakiti hati orang lain. Banyak orang-orang yang menderita sengsara karena “lidah”.  Verbal abuse merupakan tindakan yang menyiksa dan menyakiti dengan kata-kata. Hal ini termasuk juga perkataan fitnah, kata-kata merendahkan. Verbal abuse bisa terjadi di mana-mana dan pelakunya bisa siapa saja, bahkan orang yang terpelajar sekalipun. Contoh daripada  verbal abuse: “Kamu tidak berguna!”, “Kamu bodoh!”, “Dia itu payah!”, “Seleranya rendah!”, dll. Kata-kata seperti  ini sebetulnya hanya menggambarkan satu sikap hati, yaitu “kesombongan” dan dalam hal ini jelas Allah membencinya (1 Petrus 5:5).

Jika saat ini kita masih tidak bisa mengendalikan lidah kita, bertobatlah dan mintalah pertolongan Roh Kudus. Hanya karena pertolongan Tuhan saja kita mampu
mengendalikan lidah kita sehingga perkataan kita menjadi berkat bagi orang lain dan bukan menjadi kutuk. Ingat, bahwa saat kita sedang dicobai untuk mengatakan sesuatu yang tidak benar tentang orang lain, atau justru memperkatakan kesombongan, kita harus cepat meminta tolong kepada Roh Kudus supaya kita tidak jatuh dalam dosa sehingga lewat mulut kita, kita memuliakan nama-Nya.(AV)
Refleksi :
Jadilah orang yang sempurna dalam perkataan, sehingga nama-Nya
dipermuliakan.