JIKA ALLAH DI PIHAK KITA

“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kiita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? “ (Roma 8:31-32)

Jonathan K. Parker adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di University of California di Santa Cruz, ketika ia dan seorang temannya mengajukan suatu usulan untuk memberikan kuliah yang berjudul “The Theology of Francis Schaffer”. Kebijakan kampus membolehkan seorang mahasiswa tingkat ahir untuk mengajar topik tertentu, tetapi harus melalui proses pendaftaran. Mereka menyerahkan deskripsi mata kuliah beserta silabus kepada ketua program studi agama (Religious Study Department). Sang ketua progam adalah seorang doktor lulusan Jerman, non-Kristen, yang walaupun bukan orang percaya menghargai usulan dari kedua mahasiswa tersebut dan berjanji akan mendiskusikannya dengan dewan dosen.

Dalam rapat dewan dosen, salah seorang dosen berusaha menggagalkan usulan mata kuliah tersebut dengan alasan bahwa Jonathan dan temannya sering melakukan penginjilan dan membuat orang lain bertobat. Namun demikian ketua progam menangkap maksud dosen tersebut yang memiliki prasangka buruk dan telah bersikap diskriminatif. Akhirnya usulan mata kuliah tersebut diterima dan mendapat dukungan dari ketua progam dan dewan dosen. Jonathan Parker dan temannya sangat bersyukur atas keputusan tersebut.

Mata kuliah tersebut menolong banyak mahasiswa yang belum pernah mendengar tentang Francis Schaffer. Itu merupakan pertama kali mahasiswa mempelajari diskusi intelektual dari perspektif Kristen, dimana mereka mengintegrasikan iman Kristen dan bidang ilmu yang mereka pelajari seperti filsafat, seni, politik. Sejak saat itu, Jonathan Parker yakin bahwa ia terpanggil untuk bekerja di bidang pendidikan tinggi. Dia menyaksikan bagaimana kedaulatan Allah bekerja di dalam diri seorang yang tidak percaya, sehingga dia punya kesempatan untuk mengintegrasikan iman Kristen dengan bidang akademik di lingkungan non-Kristen. (ROR)

 

Refleksi:
Tuhan berdaulat untuk menunjukkan kuasaNya bahkan melalui orang-orang yang tidak percaya sehingga orang-orang percaya dapat mengalami kebenaran sejati.