EXCELLENT IN GIVING:GIVE AND RECEIVE

“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu
senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam
pelbagai kebajikan.”
(2 Korintus 9:8)
Ada dua jenis orang dalam hal memberi: orang yang memberi bukan dengan
kasih, dan yang memberi dengan kasih. Orang yang memberi bukan dengan
kasih biasanya ditemui ketika ada seorang peminta-minta, lalu orang itu
memberi dengan cepat tanpa pikir panjang dengan maksud “saya kasih tapi jangan
ganggu saya.” Sedangkan tipe yang kedua adalah ketika ia dimintai uang, ia akan
berpikir dan merasakan bagaimana jika dirinya adalah peminta-minta itu, lalu ia
akan bertanya kepada peminta-minta itu: ”Apakah kamu sudah makan?”. Dan kalau
didapati peminta-minta itu belum makan, ia akan meluangkan waktu untuk membeli
makanan bahkan mengobrol dengannya.
Mungkin Saudara sering mendengar: “Alangkah lebih baik memberi daripada
menerima”. Firman Tuhan berkata: “Berbahagialah orang yang murah hatinya,
karena mereka akan beroleh kemurahan” (Matius 5:7). Persoalannya, seringkali kita
memberi tapi tidak dengan sikap hati yang benar sesuai dengan firman-Nya. Padahal
dalam hal memberi, Allah melihat hati, bukan melihat besarnya uang atau hal yang
kita berikan.
Bahan bacaan pada hari ini mengingatkan kita, bahwa dalam memberi janganlah kita
ingin dilihat orang, ingin pujian dari orang, apalagi menuntut balas. Bahkan Tuhan
sendiri mengatakan hal ini sebagai sesuatu yang munafik.
Dalam hal memberi, sikap hati kita pun harus sempurna. Allah yang melihat hati
manusia. Dia tahu kedalaman hati kita, apa motivasi kita ketika kita memberi.
Apakah kita memberi karena ketulusan? Karena ingin dilihat orang? Ingin pujian?
Bahkan memberi supaya menerima balasan?  Sebagaimana kisah seorang janda
miskin yang mempersembahkan seluruh nafkahnya yaitu sebesar dua peser uang,
demikian pula kita dalam hal memberi. Hendaknya kita memberi dengan sukacita
dan dengan sikap hati yang benar. Karena tidak ada yang tersembunyi bagi Allah
Bapa di Sorga. Ketika kita memberi dengan hati yang benar, maka Bapa di sorga pun
akan melimpahkan kasih karunia-Nya kepada kita. Bahkan janji-Nya jelas, yaitu: kita
akan diberikan kecukupan dalam segala sesuatu dan malah berkelimpahan dalam
pelbagai kebajikan. Maukah Saudara memberi dengan sikap hati yang benar? (AV)
Refleksi :
Memberi itu masalah sikap hati. Memberi dengan sukacita akan mendatangkan
hidup yang berkelimpahan.