PEMBAWA DAMAI

“Berbahagialah orang yang membawa damai , karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9)

Prof. Dr. KRH I.W Mertha Sutedja Mulyadiningrat, S.IP, SH merupakan salah satu tokoh perdamaian dunia dari Indonesia yang konsisten melakukan berbagai upaya perdamaian. Dia seorang pembawa damai. Keluwesan sikapnya dalam pergaulan menyebabkan dia diterima oleh semua kalangan. Sifatnya yang santun namun tegas dan memiliki prinsip yang kuat menjadikan dirinya sebagai figur panutan yang disegani banyak orang. Hidupnya dibaktikan untuk perdamaian dunia dengan mengumandangkan falsafah Hindu Bali terutama dalam rangka mempertahankan Bali sebagai pulau wisata budaya. Perjuangan panjang yang tak kenal lelah dan pantang menyerah yang mengantarkan keberhasilannya sebagai tokoh perdamaian dunia. Tak terhitung banyaknya pernghargaan internasional yang diterimanya. Diantaranya Broze Medal Award for Peace dari Albert-Einstein, International Academy Foundation Founded Missoury USA, Merit Cross Award dari Non Governmental Organization/ NGO PBB Bidang Perdamaian Dunia selaku Educator of Worldpeace. Pada Tahun 2005 mendapatkan penghargaan Internasional Man of The Year 2005 dari American Biographical Institute yg juga menganugerahkan hadiah Nobel karena dinilai sebagai sorang tokoh perdamaian dunia yang sangat konsisten (sumber : Bali Post).
Yesus mengatakan bahwa ”Yang membawa damai” adalah orang-orang yang telah diperdamaikan dengan Allah dan disebut sebagai anak-anak Allah. Damai dengan Allah membawa damai pada manusia dengan sesamanya. Kristus adalah ”Raja Damai”, demikian pula pembawa damai akan dikenal sebagai orang yang memiliki sifat dasar Allah.
Anak-anak Allah sebagai pembawa damai akan berusaha melalui kesaksian dan kehidupannya untuk menuntun orang lain, termasuk musuh-musuhnya, agar berdamai dengan Allah. Anak-anak Allah hidup dalam perdamaian dengan semua orang, tetapi juga akan berusaha memperdamaikan orang yang sedang dalam perselisihan atau permusuhan. Kita sebagai umat yang percaya kepada Kristus dan sudah mengalami pendamaian dengan Allah oleh Kristus hendaknya menjadi orang-orang yang membawa damai. Ketika kita menjadi pembawa damai, kehadiran kita akan membawa terang Allah di tengah-tengah dunia.(RCM)

Refleksi: Jadilah pembawa damai