BERDAMPAK BAGI SESAMA

BERDAMPAK BAGI SESAMA

“ Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.” (Markus 9:50)

Pertanyaan  terpenting  untuk  kita  renungkan,  bagaimana  kita  bisa  menjadi pribadi yang berdampak bagi hidup orang lain? Ada beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan. Misalnya, secara sengaja, usahakan diri kita bisa menjadi bagian  penting  bagi  hidup  orang  lain.  Ini  semua  bisa  dimulai  dari  apa  yang  kita miliki. Kita bisa memulainya dari hal yang paling sederhana, seperti menyapa orang lain  terlebih  dahulu  atau  berbagi  ilmu  dan  pengalaman.  Selain  itu,  kita  bisa  juga menolong  meringankan  pekerjaan  rekan  kerja  di kantor  atau  membantu  sesama mahasiswa  yang  mengalami kesulitan  dalam  belajar.  Hal  lain  yang  juga  bisa  kita lakukan adalah menjadi teladan. Terutama menjadi teladan bagi setiap perubahan
yang ingin kita lihat terjadi di masa mendatang. Mahatma Gandhi mengatakan, “Be the change you wish to see in the world.”Jika kita ingin melihat negeri ini bebas dari korupsi, kita sendiri harus bebas dari praktek korupsi terlebih dahulu. JIka kita ingin ada perdamaian maka kita juga harus bisa hidup berdamai dengan orang lain.
Yesus  dalam  nats  hari  ini  mengatakan  bahwa  para  pengikut-Nya  harus  seperti garam,  membiarkan  pengaruh  mereka  dirasakan  oleh  dunia.  Garam  berfungsi untuk  mencegah  kebusukan  dan  memberikan  rasa.  Untuk  menjadi  pengaruh yang  baik,  mereka  sendiri  harus  memiliki  kebaikan  itu.  Hal  lain  yang  juga  Yesus
perintahkan adalah selalu hidup berdamai dengan orang lain. Hidup berdampingan dan penuh kasih. Kedua perintah ini memakai bentuk waktu sekarang, yang artinya memerintahkan untuk dilaksanakan terus-menerus.
Kehidupan  yang  berdampak  kepada  sesama  tidak  mudah.  Harus  mulai  dari  diri sendiri. Hidup sebagai garam dan hidup berdamai dengan semua orang yang harus terus  menerus  dilakukan  oleh  setiap  anak-anak  Allah.  Siapapun  itu  ketika  Tuhan panggil kita dan memilih kita maka kita harus menjadi orang yang berdampak bagi
jiwa-jiwa.  Janganlah  menjadi  orang  yang  eksklusif  tetapi  jalinlah  suatu  hubungan yang  indah  yang  menimbulkan  suatu  kepercayaan  yang  baik  dan  positif  sehingga menimbulkan suatu kepercayaan yang kuat dan membuahkan hasil maksimal yang berdampak positif kepada sesama serta hidup dalam perdamaian.(RCM)

Refleksi :
Apakah hidup kita sudah berdampak baik bagi orang lain?