IMAN YANG DINAMIS

Lalu Miryam,nabiah  itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.  Dan enyanyilah  Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut” (Keluaran 15: 20-21)

Mrianne Katoppo lahir di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, 9 Juni 1943. Sebagian besar pendidikannya dilalui di luar negeri. Usai meraih gelar Sarjana Muda di Sekolah Tinggi Teologi, Jakarta (1963), ia berangkat ke Tokyo, belajar di  International Christian University (1964), lalu di  Shingakuhbu  sejenis sekolah Teologi, Doshisa Daigaku, Kyoto (1965). Ia menyelesaikan study Sarjana Lengkap di Sekolah Tinggi Teologia Jakarta (1975-1977) dan melanjutkan studi Pascasarjana di sebuah lembaga pendidikan teologi terkenal di dunia, yaitu Institute Oecumenique Bossey,  Swiss selama setahun. Tak banyak yang mengetahui bahwa Henriette M. Katoppo menguasai 12 Bahasa asing secara fasih, mulai dari yang standar seperti Inggris, Belanda, Belgia, Jepang dan lain-lain hingga ke bahasa Rusia , Latin, Tamil, Sahwil. Raumanen adalah novel  pertamanya  yang langsung memenangkan  Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 1975,  Hadiah Yayasan Buku Utama tahun 1978 dan   South East Asian Write Award tahun 1982 (ia satu-satunya perempuan Indonesia bahkan Asia yang pertama menerima hadiah ini).

Sejak tahun 1978, ia berkeras menggunakan   kata “ perempuan” ketimbang “wanita”. Perempuan menurutnya berarti sangat dalam dan sama sekali berbeda dengan wa-nita. Perempuan adalah “empu”, seorang ahli..Berbeda dengan “wanita” yang dalam terminologi Jawa berasal dari “wani nek ditoto” (berani jika ditata, keberaniannya hanya ada kalau orang lain memintanya).Keterlibatannya pada pergumulan pluralisme dan ultikulturalisme adalah sejalan dengan teologi pembebasannya: teologi perempuan. Berangkat dari pilihan ini ia menyerukan agar konsep  Imago Dei diterjemahkan dalam perjuangan untuk mencapai kondisi manusia yang penuh, utuh, Liberation Theology Toward Full Humanity.(IH)

Refleksi : 
Iman  yang dinamis  diimplementasikan  dalam  dunia,  hidup  sehari-hari, dalam karya untuk kemanusiaan yang penuh