JANGAN MENYERAH

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa,
 supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan
Anak Manusia.”(Lukas 21: 36)

Djamin Ginting adalah pahlawan nasional dari Sumatera Utara, tepatnya dari Tanah Karo. Karier militernya dimulai dari bawah sebagai tentara Peta, hingga ia meninggal dunia sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kanada. Djamin adalah salah satu dari dua orang ajudan Jenderal Ahmad Yani yang selamat dari kekejaman PKI pada peristiwa G30S.

Film 3 Nafas Likas mencoba menghadirkan sosok Djamin Ginting. Tetapi tokoh utamadalam film ini adalah Likas boru Tarigan, isteri sang pejuang.
Sejak kecil Likas adalah anak yang cerdas dan berani. Ia juga kritis dan selaluberontak atas ketidakadilan jender yang terjadi di kampungnya. Di antara kekanganadat, dan ibu yang terlalu posesif, Likas ingin menjadi perempuan yang maju. Untukitulah ia pergi ke kota untuk sekolah guru, meski pun ibunya meminta agar Likastidak pergi. Sang ibu mengatakan akan mati bila Likas pergi.  Bahkan ibunya berjanjiakan memberikan semua perhiasan emasnya bila Likas tetap tinggal di rumah. Tetapi
tekad Likas dan motivasi ayahnya yang berpandangan lebih maju  membuat Likasmelupakan ratapan sang ibu. Kata-kata sang ayah, “Kau ‘kan suka ke gereja. Kau ‘kantahu bahwa kematian itu akan terjadi jika Tuhan menghendaki,” membuat Likaskuat meninggalkan ibunya. Likas juga perempuan jang tidak pernah menyerah pada keadaan. Sepeninggal suaminya, ia diajak kerabatnya mengurus perkebunan. Instink sebagai guru membuatia siap membantu kerabatnya. Ternyata keuangan perusahaan tersebut sudah sangatterpuruk. Pertolongan Tuhan sajalah yang membuat perkebunan tersebut akhirnya menjadi perusahaan dengan lebih 1200 karyawan, ribuan hektar perkebunan sawit dan pabrik pengolahan CPO.Saat usianya genap 85 tahun, Likas menyerahkan semua urusan perusahaan kepadaanak-anaknya. Pesannya : “ Jangan pernah menyerah. Tuhan selalu mendengar doakita, tetapi kita tidak bisa ditolong oleh dinding, kita harus berusaha mencapainya.”(IH)

Refleksi :
 Dalam keadaan sesulit apa pun, percayalah Allah ingin berkarya lewat kita.
Berdoalah untuk minta hikmat Tuhan untuk mengatasinya dan berkaryalah !