BERDAMAI DENGAN PASANGAN

BERDAMAI DENGAN PASANGAN

” Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau         berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. ”(1 Korintus 7:11)

Pernikahan dan keluarga Kristen mempunyai tujuan yang jelas karena memang untuk  maksud  itulah  Allah  menciptakan  lembaga pernikahan.  Bahkan Allah  menetapkan  bahwa  lembaga  pernikahan  dan  keluarga  menjadi  pusat kehidupan  manusia  seutuhnya.  Melalui  pernikahan  dan  keluarga  Kristen,  orang Kristen  dipersiapkan  untuk  betul-betul  menjadi  manusia  yang  seutuhnya.  Sangat mengherankan, bahwa bukan gereja dan bukan pula sekolah yang ditetapkan Allah untuk  membentuk  manusia  menjadi  manusia  seutuhnya,  tetapi  keluarga.  Melalui pernikahan  dan  pembentukan  keluarga,  orang  percaya  dipanggil  untuk  masuk  ke dalam proses pendidikan yang paling efektif.

Paulus  mengakui  bahwa  Allah  ingin  agar  pernikahan  itu  bersifat  langgeng.  Akan tetapi,  ia  juga  menyadari  bahwa  kadang  kala suatu  hubungan  pernikahan  dapat menjadi tak tertahankan lagi sehingga perceraian dari pasangan nikah pun terjadi. Sebab itu, di sini Paulus tidak berbicara mengenai perceraian yang diizinkan oleh Allah karena  alasan  perzinahan.  Nasihat  Paulus  selanjutnya  menyangkut  pemeliharaan atau pemutusan ikatan pernikahan, di dalam pernikahan antar orang percaya dan pernikahan campuran. Bagi orang-orang percaya peraturannya adalah, tidak boleh cerai,  yang  didukung  oleh  sudut  pandang  Tuhan,  (bukan  aku,  tetapi  Tuhan)  Jika terjadi perceraian yang tidak dibenarkan, Paulus mengemukakan dua kemungkinan.

Pihak  istri  harus  hidup  tanpa  suami.  Atau,  dia  dapat  berdamai  dengan  suaminya, tanpa ada perceraian lagi sesudahnya.Membangun kehidupan berumah tangga yang damai dan penuh sukacita memang
menjadi dambaan setiap orang. Mereka yang sudah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan  oleh  manusia.  Itu  sebabnya  pernikahan  menjadi  keputusan  terpenting kedua setelah seseorang menerima Kristus dalam hidupnya. Ada banyak persoalan di  dalam  kehidupan  keluarga  tetapi  bukan  berarti  tidak  ada  kedamaian.  Apapun yang terjadi dalam kehidupan keluarga Anda, tetaplah hidup dalam perdamaian.(RCM)

Refleksi :
Hiduplah dalam perdamaian dengan pasangan.