KONTRIBUSI YANG EXCELLENT

”Kata Maria :’sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.’ Lalu malaikat itu meninggalkan dia” (Lukas 1:38)

 Jika diminta mendeskripsikan tentang natal, seringkali banyak orang hanya menceritakan mengenai inkarnasi Allah menjadi manusia dalam Yesus Kristus. Padahal kisah ini belumlah lengkap karena peristiwa inkarnasi itu bisa juga berlangsung karena adanya peran dari 2 orang yang menerima penyataan Tuhan dan bersedia dipakai sebagai alat Tuhan apapun konsekuensinya, yakni:  Yusuf dan Maria.

Coba bayangkan, betapa besar harga yang harus dibayar oleh pasangan ini saat mereka memilih taat dan turut ambil bagian dalam peristiwa ini. Yusuf dan Maria berpotensi dikucilkan masyarakat hingga ancaman hukuman mati dengan dirajam batu karena ”hamil diluar nikah” sesuai tuntutan hukum yang berlaku saat itu. Yusuf dan Maria tahu hidup mereka telah berubah sejak saat itu. Hidup mereka berubah tidak lebih baik. Tetapi apapun resikonya, mereka berdua tahu bahwa berkontribusi bagi pekerjaan Tuhan jauh lebih bernilai dari apapun didunia ini. Kata ”hamba” dalam teks ini menunjuk kepada seorang yang memperoleh kebebasan namun memilih mengikatkan dirinya menjadi pelayan orang lain. Maria dan Yusuf bisa berkata ”Tidak” tapi akhirnya mereka tetap berkata ”Ya”.

Berkontribusi bagi pekerjaan Tuhan selalu mendatangkan resiko. Pilihannya selalu tidak populer. Pilihan  tetap ditangan kita. Sudah banyak tokoh yang memilih jalan ini : Martin Luther dengan 95 dalilnya penuh resiko di hukum mati tapi ia tetap memilih ”ya” hasilnya kita bisa menikmati reformasi gereja saat ini, William Wilberforce yang berjuang bagi UU Anti Perbudakan di Inggris, sepanjang hidupnya dicela orang tapi tetap bertahan hingga akhirnya perjuangannya berhasil 3 hari sebelum ia meninggal dunia. Mgr. Albertus Ssoegijapranata, Uskup Agung Semarang yang mendukung perjuangan melawan Belanda dengan resiko ditangkap dan diasingkan tapi tetap bertahan. Sepanjang hidup kita bisa memilih berada dalam lingkaran kontribusi bagi pekerjaan Tuhan atau tidak. Namun tetaplah lebih mulia jika kita memilih berkata ”sesungguhnya aku  ini adalah hamba Tuhan;  jadilah padaku  sesuai perkataanmu itu.” (AL)
Refleksi :
Kontribusi Excellent dalam Pekerjaan Tuhan bukanlah paksaan. Pilihan selalu ditangan kita.