BERDAMAI DENGAN MUSUH

BERDAMAI DENGAN MUSUH

“ Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu , berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;” (Lukas 6:27)

Semua  orang  pasti  pernah  punya  pengalaman  memandang  seseorang sebagai  musuh.  Mungkin  saat  inipun  anda  masih  memiliki  daftar  panjang berisi  orang-orang  yang  anda  anggap sebagai  musuh.  Ada  banyak  alasan menjadikan  orang  sebagai  musuh.  Misalnya,  orang  tersebut  pernah  menyakiti kita, mengkhianati  kita,  menipu  dan  lain  sebagainya.  Permusuhan  seringkali berjalan beriringan dengan sakit hati. Orang yang menganggap seseorang sebagai musuh akan selalu ingin membalas perbuatan jahat. Dendam dan kebencian tidak lagi  dapat  dihindarkan,  dan  semakin  lama  rasa  ini  akan  semakin  dalam,  hingga kita  sering  mendengar  ucapan:  ”tidak  akan  saya  maafkan  hingga  tujuh  turunan!”

Dalam hidup kita tidak bisa menghindari benturan dengan orang lain. Ada kalanya kita akan merasa disakiti. Itu wajar karena manusia adalah mahluk yang tidak luput dari kekeliruan. Yesus  memberitahukan  bagaimana  harus  hidup  bersama  orang  lain.  Kasih merupakan inti ajaran Juruselamat, sebab kasih merupakan hakikat dari watak Allah.
Tuhan Yesus mengajarkan sebuah ajaran yang baru dihadapan murid-muridNya dan orang banyak. Tidak ada prinsip mata ganti mata, melainkan ajakan untuk mengasihi musuh.  Bagaimana  caranya?  Dengan  tidak  membalas  perbuatan  buruk  mereka bahkan berdoa bagi mereka. Mengapa kita harus mengasihi musuh kita? Bukankah
kita disakiti atau dikecewakan? Kita melakukan hal itu karena kita adalah anak-anak Allah.  Bukankah  dari  Bapa  yang  sempurna,  kita  anak-anakNya  juga  harus  mampu mencerminkan  hal  itu  ketika  orang  dunia  juga  mampu  mengasihi  atau  memberi salam?  Bukankah  orang-orang  dunia  juga  mampu  mengampuni?  Apa  jadinya  jika kita yang mengaku anak-anak Allah malah sulit untuk mengampuni atau mengasihi musuh?

Siapakah musuh anda saat ini? Saudara kandung atau keluarga yang tidak membantu anda?  Teman  sekantor  atau  teman  sekelas  yang  mengecewakan  anda?  Tetangga yang  sinis?  Orang  tua  yang  tidak  pernah  menghargai  keberadaan  anda?  Atau  diri anda  sendiri?  Berdamailah.  Sadarkan  mereka  dengan  tindakan  mengasihi  dan
doakanlah terus. Sebagai anak-anak Allah, kita harus mampu keluar dari permusuhan dan menunjukkan kasih melalui doa dan perbuatan.(RCM)

Refleksi :
Kasihilah musuhmu dan berdoalah untuk orang yang menganiaya kamu.