YANG TERAKHIR YANG BERKESAN

“Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu” (Lukas 2:29-30)

Myurran Sukumaran dan Andrew Chan adalah 2 terpidana  Bali Nine yang
dieksekusi mati pada 29 April 2015 yang lalu. Mereka di dakwa karena
menyelundupkan narkoba dari Australia. Tapi bukan masalah kejahatannya
yang menarik; selama  mereka di LP Gerobokan Bali hingga di Nusa Kambangan mereka berdua menunjukan perubahan hidup yang luar biasa bahkan mereka turut membantu rehabilitasi banyak orang dari narkoba. Saat mereka dieksekusi, mereka menolak ditutup matanya dan menyanyikan lagu Amazing Grace. Apa yang membuat mereka setenang itu? Perjumpaan terakhir mereka dengan Sang Mesias !

Simeon dan Hana, 2 orang yang sangat saleh. Mereka hidup untuk Tuhan bahkan mereka sudah di janjikan tidak akan meninggal sebelum melihat Sang Mesias. Saat mereka berdua berjumpa terahir dengan Bayi Yesus, mereka sangat bersuka cita, bahkan lebih dari itu mereka tahu bahwa itulah saat mereka mengakhiri masanya didunia. Mereka juga menubuatkan bahwa keselamatan telah datang bagi orang Israel. Perjumpaan mereka dengan Sang Mesias  membuat mereka berdua mengakhirinya dengan gemilang.

Ditengah tekanan dunia yang makin berat, pekerjaan dan problematika hidup
yang menghimpit, perjumpaan pribadi dengan  Sang Mesias merupakan satu-
satunya jalan menggapai kemaksimalan hidup. Jangan tunggu hingga moment itu menjadi moment terakhir.  Jadikan momen itu faktual bagi kita dimasa kini. Sebab penyelamatan daripada-Nya adalah inti dari berita Natal. (AL)
Refleksi :
Satu-satunya momen paling berkesan adalah perjumpaan pribadi dengan Sang Mesias