NATAL YANG BERARTI

“Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ’jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kesukaan besar untuk seluruh bangsa’.” (Lukas 2:10)

Sebuah lagu pop rohani memiliki syair yang sangat indah :
Sebab Natal takkan berarti tanpa kasih-Mu
Lahir dihatiku
Hanya bersama-Mu Yesus ku rasakan selalu
Indahnya natal di hatiku

Natal pada masa kini seringkali telah mengalami pergeseran makna. Padahal natal pertama justru merupakan natal yang sangat istimewa. Setelah 400 tahun Bangsa Israel tidak mendapatkan wahyu apapun dari Tuhan; saat penindasan Romawi menjadi semakin keras, saat bangsa itu mulai putus asa, berita natal sampai pertama kali kepada para gembala di padang Efrata. Mengapa harus para gembala? Harusnya berita itu tiba di Istana, kepada para Ahli Taurat. Bukankah itu berita kelahiran Sang Raja Surga? Mengapa harus para Gembala? Bukan berarti Allah lebih sayang kepada orang susah sedangkan orang kaya dibencinya, tidak seperti itu. Berita natal datang kepada para gembala menunjukan bahwa Allah sedang memberikan harapan baru kepada kaum lemah dan papa bahwa kasih Allah juga dinyatakan kepada mereka, kaum yang dipinggirkan dan tidak dianggap oleh orang lain. Bukankah setelah mendengar berita itu mereka penuh dengan sukacita? Itulah natal yang berarti.

Natal selalu berbicara mengenai pesan kasih Allah, harapan baru, dan masa depan yang cerah. Namun justru orang percaya masa kini menutup pintu pesan itu, sehingga natal berubah menjadi ajang pesta pora tanpa makna apapun. Kali ini, kembali kita diingatkan mungkin kita merasa hidup semakin berat, bahkan tahun depan sepertinya tanpa harapan. Jangan pernah lupa : natal berarti ”kesukaan besar”. Natal berarti harapan dan masa depan yang cerah bagi semua bangsa, semua orang hingga kaum lemah dan  terpinggirkan sekalipun. Pastikan diri kita mengalami natal yang berarti
dengan cara menerima kasih itu dan membagikannya dengan orang lain. (AL)
Refleksi :
Indahnya natal dihatiku…