BELAJAR MELUPAKAN

“Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17)

Sebuah kata bijak berbunyi ”pengalaman adalah guru terbaik.” Kata bijak ini tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Pengalaman masa lalu dapat menjadi guru terbaik jika dimaknai sebagai bahan pembelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan meningkatkan keberhasilan dalam bidang-bidang yang menjadi kekuatan kita. Namun pengalaman masa lalu juga dapat menjadi penghalang terburuk jika kemudian kita selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan masa lalu dan menjadi jumawa karena keberhasilan masa lalu. Menjadi berbahaya kondisi ini karena membuat kita  stagnan bahkan cenderung mendatangkan kemunduran bagi diri kita, membuat kita jauh dari kualifikasi excellent.

Rasul Paulus dalam tulisan-tulisannya berulang kali menegaskan dan memperingatkan orang percaya agar jangan sekali-kali terjebak pada masa lalu. Paulus selalu mendorong setiap orang fokus kedepan dan berusaha mencapai peningkatan hari demi hari. Status sebagai ”Ciptaan Baru” mengandung pengertian bahwa segala sesuatu dimasa lalu adalah sampah (Filipi 3:8) dan harus dilupakan (Filipi 3:13). Hanya ada satu yang perlu diingat dari masa lalu adalah kebaikan-kebaikan Tuhan (Mzm 103:20). Mengapa hanya kebaikan Tuhan yang perlu diingat? Karena dengan mengingat kebaikan Tuhan dimasa lalu kita menjadi yakin bahwa pertolongan Tuhan di massa depan sepasti yang telah dilakukan-Nya di masa lalu.

Kurang dari 24 jam lagi kita akan mengakhiri tahun 2015. Lupakanlah segala kegagalan kita, karena itu akan membuat kita tenggelam dalam rasa bersalah. Move on-lah dari setiap keberhasilan kita, karena hal itu dapat membuat kita jumawa. Tetapi simpan erat dalam memori kita setiap karya dan kebaikan Tuhan yang membuat kita excellent dari hari ke hari. (AL)
Refleksi :
Belajar melupakan memang sulit, tapi itu satu-satunya cara untuk hidup lebih
excellent dimasa depan. Selamat Menyongsong Tahun 2016.