BACK TO BASIC

Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. (Lukas 12:23)

Dalam bahasa Inggris Kata holic seringkali  dihubungkan dengan suatu tindakan yang eksesif. Misalnya bekerja – work, ketika kata holic  ditambahkan menjadi workaholic,  sebuah kata sifat yang menjelaskan arti gila kerja. Bahkan kata benda alcohol ketika ditambahkan menjadi alcoholic artinya menjadi tukang minum yang tidak tahu batas. Kata  shop atau belanja ketika disambungkan dengan kata holic menjadi  shopaholic  yang artinya tukang belanja edan.  Dan kesamaan dari semua yang menggunakan holic tersebut adalah mereka lupa pada apa yang penting
dalam kehidupan ini misalnya bagi yang  shopaholic  berbelanja dan tidak dapat membedakan barang mana yang perlu dibeli dan barang mana yang tidak perlu dibeli. Semuanya menjadi perlu dibeli. Atau bagi yang gila kerja, semuanya serasa perlu untuk dikerjakan. Dan hal terburuk dari perilaku holic adalah menuju ruang hampa, atau berubah menjadi penyesalan, dan yang jelas semakin jauh dari usaha untuk menemukan arti kehidupan nyang sebenarnya.
Ayat di atas memberikan sebuah pembatasan yang sangat penting. Perikop ayat di atas adalah tentang kekuatiran manusia dalam menghadapi kehidupannya di dunia ini. Manusia diperhadapkan pada ketakutan bahwa mereka akan mengalami kesulitan bahwa kebutuhan hidup mereka tidak akan terpenuhi. Namun jika kita melihat ayat di atas ada yang lebih mendalam yang hendak disampaikan oleh Tuhan Yesus. Sepertinya ini bukan masalah kekuatiran hidup saja, melainkan
ketidakpuasan manusia dalam menghadapi segala keinginan-keinginan yang ada dalam kehidupannya. Yesus menyampaikan sebuah pandangan menarik bahwa yang paling penting dalam kehidupan ini yakni nafas dan tubuh kita.

Seperti dijelaskan di atas hal ini bisa tentang kekuatiran, namun seringkali
yang menjadi sumber kekuatiran adalah justru ketidakpernahpuasan manusia, menghadapi segala keinginan yang ada di dalam dirinya sendiri. Keinginan manusia itu bisa menjadi seperti gelombang lautan. Di lain sisi, baik sebab membawa kemajuan dalam kehidupan manusia, namun di sisi lain bisa menjadi sangat berbahaya ketika manusia dihantui perasaan tidak puas terhadap segala keinginannya yang tidak tercapai, dan celakanya tidak semua yang diinginkan oleh seseorang bisa terpenuhi,
dan yang lebih celaka lagi keinginan manusia seakan-akan tidak ada habis-habisnya. Dan yang melenyapkan seluruh rasa ketidakpuasan itu hanyalah ketika manusia mau kembali kepada hal yang paling mendasar dalam kehidupannya seperti yang disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus. (AT)
Refleksi:
Hitunglah hal-hal baik yang ada pada diri anda ketika ketidakpuasan menghantui perasaanmu