FEAR OF THE LORD

“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.; Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.”(Amsal 1:7, 9:10)

Pernahkah Saudara merasa takut?. Saya yakin setiap manusia sedikitnya pernah merasa takut. Entah itu takut terhadap ketinggian, takut jatuh, takut akan serangga, takut sendirian, takut gagal, bahkan ada juga orang yang takut (phobia) terhadap balon atau karet gelang misalnya.
Rasa takut merupakan perasaan alamiah yang terdapat di dalam diri manusia. Ketika Adam dan Hawa mengetahui bahwa dirinya telanjang karena sudah memakan buah pengetahuan yang baik dan tidak baik, mereka ketakutan dan bersembunyi. Mereka semakin takut ketika mendengar suara langkah kaki Allah di taman Eden yang mencari-cari mereka. Jadi mengapa kita seringkali merasa takut? Karena natur dosa
manusia. Persoalannya kita merasa takut dengan hal-hal yang dapat dilihat. Padahal ada Pribadi yang seharusnya lebih menakutkan, yaitu Allah yang tak kelihatan.

Bahan bacaan hari ini mengatakan takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, dan permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan pada dasarnya adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan, dan kebenaran-Nya sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunan-Nya. Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan kekaguman dan penghormatan kudus karena Dia adalah Allah yang kudus,
agung, dan berkuasa. Takut akan Tuhan menyebabkan orang taat pada segala perintah-Nya, orang menjauh dari dosa, punya kerendahan hati, dan menaruh iman kepercayaan dan harapannya hanya kepada Tuhan.

Akibat dari memiliki rasa takut akan Tuhan maka manusia memperoleh pengetahuan bahkan memiliki hikmat, yang mana kedua hal ini membuat seseorang bisa memutuskan secara tepat apa yang harus dia katakan atau harus dilakukan dalam setap situasi kehidupan termasuk dalam lingkup pekerjaan.Tentu bisa dibayangkan jika dalam lingkup pekerjaan semua orang mendasarkan hidupnya pada rasa takut akan Tuhan. Tentu hal ini akan membuahkan kehidupan pekerjaan yang penuh kasih persaudaraan: suasana yang kondusif dalam sebuah lembaga, komunikasi berjalan baik dan sopan, saling memperhatikan dan menolong, menghargai orang lain, dan masih banyak lagi. Dengan rasa takut akan Tuhan, saya yakin sebuah lembaga atau institusi akan menjadi kuat. (AV)
Refleksi :
Institusi atau lembaga akan menjadi kuat jika setiap orang di dalamnya
memiliki rasa takut akan Tuhan.