AMBISI VS PANGGILAN

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Bahan bacaan: Kolose 3:22-24

Ada satu kriteria yang sedikitnya diperlukan dalam dunia pekerjaan, yaitu
ambisi. Jika tidak ada ambisi, bagaimana bisa mencapai suatu target tertentu? Tanpa ambisi sepertinya tidak mungkin seorang pengusaha mencapai target keuntungan tertentu. Tanpa ambisi tidak mungkin seorang pegawai bisa mencapai posisi atau jabatan tertentu dalam karirnya. Tanpa ambisi tidak mungkin sebuah institusi atau perusahaan akan sukses. Benarkah begitu?

Memang ambisi itu diperlukan untuk mencapai sesuatu, entah itu kesuksesan, keuntungan, promosi dan lain-lain. Tapi ambisi bisa jadi salah jika motivasinya salah. Ambisi yang benar tertuju pada kemuliaan Allah, sedangkan ambisi yang salah tertuju pada kemuliaan diri sendiri. Persoalannya selama ini kata “ambisi” berorientasi pada diri sendiri sehingga “ambisi” ini berkonotasi negatif dan identik  dengan “menghalalkan segala cara” untuk mencapai tujuan tertentu.

Bahan bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa apapun yang kita perbuat harus dilakukan dengan segenap hati untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk diri sendiri atau orang lain. Maka dari itu dalam nilai kekristenan kita tidak mengenal “ambisi” melainkan “panggilan”. Karena hanya melalui “panggilan-Nya” kita mampu memuliakan nama Tuhan.
Di saat orang-orang mengejar kesuksesan, kekayaan, jabatan, adakah diantara kita yang memilih untuk memenuhi panggilan-Nya. Ini bukan hanya bicara soal panggilan menjadi hamba Tuhan atau pendeta, tetapi juga panggilan menjadi pelayan-Nya di tempat pekerjaan. Hanya dengan menyadari “panggilan-Nya” kita bisa memuliakan Allah, menikmati kehadiran-Nya ketika bekerja. Bekerja penuh semangat dan memberi yang terbaik demi menyenangkan Tuhan bukan menyenangkan diri sendiri. Melalui pekerjaan, kita melakukan pelayanan demi nama-Nya dan demi orang lain, bukan melayani diri dan kepentingan sendiri. Karena hanya Allah Tuhan yang layak menerima pujian dan menerima yang terbaik. (AV)
Refleksi :
Ambisi berorientasi pada diri sendiri dan kemuliaan manusia, Sedangkan panggilan berorientasi pada kemuliaan Allah