EMPATHY IN WORK

“Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita, jika satu
anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” ( I Korintus 12:26)

Kita sudah sering mendengar kata “empati”. Tapi apakah empati itu? Empati adalah suatu keadaan psikologis yang membuat seseorang merasa seperti apa yang dirasakan orang lain atau membuat seseorang berpikir seperti apa yang dipikirkan orang lain.
Di dunia ini hanya sedikit tokoh yang memiliki rasa empati tinggi. Salah satunya adalah Mahatma Gandhi. Ia adalah seorang pemimpin yang punya empati tinggi, sampai-sampai Ia rela meninggalkan apa yang dia miliki, untuk melayani, menyatu dengan masyarakatnya di India. Ia terkenal sebagai pemimpin yang mau melayani orang lain dengan ikhlas dan tulus.
Bacaan hari menceritakan bagaimana Tuhan menghendaki kita untuk memiliki sikap empati terhadap semua anggota. Kita semua adalah anggota dari satu tubuh, yaitu tubuh Kristus. Kristus adalah kepala, dan kita semua anggota tubuhNya. Dan kesemua anggota tubuh tersebut adalah satu kesatuan. Sehingga jangan ada yang memegahkan diri, karena antara satu anggota dengan anggota tubuh yang lain saling
membutuhkan. Bahkan kita harus menaruh penghormatan khusus kepada anggota-anggota yang menurut kita kurang terhormat.

Jika dikaitkan dengan pekerjaan, bagaimana sikap empati bisa dilakukan? Empati bisa dilakukan hanya dengan jalan mampu merasa senasib dengan para pengikut (bawahan/pekerja/sesama pegawai,dll). Dalam mencapai tujuan bersama, hendaklah setiap pekerja salingmemperhatikan, karena semuanya adalah satu kesatuan. Apalagi dalam konteks kepemimpinan, seorang pemimpin harus bisa memahami perasaan dan pikiran bawahannya. Dengan begitu, suasana pekerjaan yang harmonis dan kondusif, bisa tercipta. Jika harmonisasi dan kondusifitas dalam
lingkup pekerjaan sudah tercipta, maka segala tujuan, visi, dan misi yang dimiliki perusahaan/lembaga pasti akan lebih mudah dilaksanakan. (AV)
Refleksi :
Dalam lingkup pekerjaan diperlukan sikap empati dari setiap orang termasuk pemimpin sehingga tujuan, visi, dan misi lebih mudah tercapai.