PERHATIKANLAH HIDUPMU

“ Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,   janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.”
(Efesus 5:15)

Sejak awal penciptaan, Allah menjadikan manusia dengan satu tujuan pasti: menjadikannya kudus; tak bercacat; untuk senantiasa memuji dan menyembah Dia; dan hidup menurut kehendakNya.  Manusia pertama dijadikan sempurna – sama seperti Allah sempurna adanya.  Adam dan Hawa memiliki segalanya.  Namun sayang, mereka melanggar perintah Tuhan.  Lalu apakah rencana Allah bagi manusia, gagal?   Sama sekali tidak!   Bahkan jauh sebelum Allah menciptakan manusia, Dia telah memiliki rencana untuk menyelamatkan manusia! Tuhan memberikan waktu (=kairos) untuk kita pergunakan sebaik mungkin.  “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup…”.   Maksudnya, jangan hidup sembrono!   Gunakan waktu yang Tuhan berikan untuk hidup dalam terang Tuhan, dan melakukan hal-hal yang berkenan kepadaNya!

Rasul Paulus membuat perbandingan antara anak terang dan anak gelap; antara orang bebal dan orang arif/bijak. Rasul Paulus selanjutnya menjelaskan bagaimana kehidupan orang percaya harus sangat berhati-hati. Dia memerintahkan jemaat di Efesus untuk dipenuhi dengan Roh Kudus dan ia menunjukkan kepada mereka hasil dari pemenuhan tersebut di dalam berbagai hubungan hidup yang praktis. Sebagai anak-anak terang, umat Allah hidup dengan meneladani Allah. Sama seperti Yesus
yang meneladani Allah demikian juga umat-Nya. Paulus juga mendorong orang percaya untuk meneladani Kristus. Hidup dalam kasih merupakan bukti nyata meneladani Kristus. Anak-anak terang memiliki hikmat untuk hidup sebagai anak-anak terang;

Hidup kita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan oleh Allah melalui iman kepada Kristus sudah sepantasnya hidup dalam kebenaran terang Firman Tuhan. Hidup yang berkenan dihadapan Tuhan sebagai ungkapan syukur untuk keselamatan yang sudah dianugerahkan bagi kita. Perhatikanlah hidup kita masing-masing, baik sebagai tenaga pendidik, sebagai mahasiswa, sebagai tenaga kependidikan, sebagai
pejabat struktural, atau sebagai pengurus di jajaran yayasan. Apakah sudah hidup sesuai kehendak Allah?  (RCM)
Refleksi :
Perhatikanlah kehidupan kita supaya sesuai dengan kehendak Allah.