PIKIRKAN PERKARA DI ATAS

 “ Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi..” (Kolose 3:2)

Perkara di atas (rohani) adalah perkara-perkara yang mendasar bagi kehidupan di dunia ini. Misal, kalau kita menyadari bahwa roh kita kekal dan satu hari kelak kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita kepada Tuhan, maka kesadaran itu akan mempengaruhi cara hidup, gaya hidup, tingkah laku, perkataan, dan pikiran kita. Hidup kita ada bersama Kristus di sorga maka kita harus memikirkan perkara yang di atas dan membiarkan sikap kita ditentukan olehnya. Kita harus menilai, mempertimbangkan, dan memikirkan segala sesuatu dari sudut
pandangan kekekalan dan sorga. Tujuan dan sasaran kita hendaknya mencari hal-hal rohani, melawan dosa, dan mengenakan watak Kristus. Semua sifat baik, kuasa, mengalaman, dan berkat rohani ada bersama Kristus di sorga. Ia memberikan hal-hal itu kepada sekalian orang yang dengan sungguh-sungguh meminta, dengan tekun mencari dan terus-menerus mengetok
Paulus berkata, karena kita sudah dibangkitkan bersama Kristus, kita harus memikirkan perkara-perkara di atas. Kita sudah disatukan dengan Kristus bersama kematian-Nya, maka pikiran dan hati kita harus disesuaikan dengan pikiran dan hati Kristus. Di sini ada proses identifikasi diri dengan Kristus. Hidup kita hanya untuk menyenangkan hati Allah, dan melakukan kehendak Allah, yaitu hal-hal yang mulia dan bernilai kekal. Identifikasi diri dengan Kristus harus mewujud dalam transformasi
hidup. Yaitu, perubahan hidup dari hidup duniawi — semua perbuatan hawa nafsu yang mendatangkan murka Allah, dan semua karakter berdosa yang tidak pantas dilakukan oleh orang kudus — menjadi hidup baru, yang rohani, yang terus menerus diperbaharui semakin menyerupai gambar Allah. Dunia modern semakin menawarkan kegemerlapan dunia malam yang penuh dengan pelampiasan hawa nafsu yang menjijikkan.

Anak Tuhan harus melakukan proses identifikasi diri dengan Kristus terus menerus dengan cara berdoa dan membaca firman. Hidup kita juga harus ditransformasi terus menerus, dengan menolak melakukan berbagai perbuatan jahat dan digantikan terus menerus dengan perbuatan baik. Meningkatkan kualitas waktu teduh saya, dan mempraktikkan hidup yang kudus, yang berkualitas, dan menjadi berkat bagi sesama. (RCM)
Refleksi :
Hidup anak-anak Allah adalah hidup yang difokuskan untuk perkara di atas