UJILAH SEGALA SESUATU

“ Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (1 Tesalonika 5:21 )

Ujian dipakai untuk menguji kualitas sesuatu, misal kepandaian, kemampuan, hasil belajar dari seseorang, kualitas suatu produk, dan masih banyak yang lainnya.   Dalam dunia pendidikan ada yang namanya ujian akhir yaitu ujian untuk menentukan kenaikan tingkat atau kelulusan. Orang yang mampu menghadapi ujian dengan baik pasti mendapatkan hasil yang baik pula. Sebaliknya, yang tidak mempersiapkan diri dengan baik sedari awal, akan mendapatkan hasil yang pasti tidak akan pernah maksimal, mengecewakan dan mungkin akan gagal.

Paulus menutup suratnya dengan beberapa nasihat singkat berkenaan dengan masalah sosial, pribadi maupun rohani. Nasihat-nasihat terakhir Paulus yang ditujukan kepada jemaat Tesalonika khususnya menghadapi berbagai pengajaran yang muncul di dalam jemaat diantaranya untuk menguji segala sesuatunya. Segala sesuatu terutama mengacu kepada perkataan-perkataan yang bersifat nubuat. Ucapan-ucapan semacam itu tidak boleh diterima dengan mentah tetapi harus senantiasa diuji dengan penyataan yang lebih objektif dan khususnya dengan batu ujian yaitu ketuhanan Kristus dan inkarnasi-Nya. Yang baik, maksudnya, yang asli
bukan yang palsu. Tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada orang-orang Kristen di Tesalonika sama beratnya dengan tugas dan tanggung jawab umat Tuhan saat ini. Jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri mustahil semua tugas dan tanggung jawab tersebut dapat dilaksanakan. Jemaat memerlukan kekuatan dan pertolongan dari Tuhan supaya mereka dapat dengan tuntas menunaikan tugas dan tanggung jawab pelayanan mereka.
Ketika Allah memerintahkan kita untuk menguji segala sesuatu. Orang Kristen yang semakin mencintai Allah, seharusnya makin berwaspada dan menguji segala sesuatu dari perspektif Allah. Bagaimana mengetahui sesuatu itu dari Allah adalah sebuah pertanyaan yang selalu umat Kristen tanyakan. Mengingat akan adanya berbagai penyesatan dan bahkan kesesatan itu tidak akan dengan mudah dilihat oleh setiap orang Kristen kecuali oleh mereka yang mempelajari Firman Allah dengan sungguh-
sungguh. Jika memang segala sesuatu itu sudah sesuai dengan Firman Allah, maka ujilah sesuatu itu apakah itu benar-benar dari Allah. Karena tidak semua yang terlihat rohani adalah benar dari Allah. Dibutuhkan pengetahuan akan kebenaran Firman Tuhan yang lengkap dan untuk menguji segala sesuatu apakah itu benar dari Allah
atau bukan. (RCM)
Refleksi :
Kualitas yang baik dan benar akan terlihat setelah di uji