HATI-HATI DENGAN HATI

“ Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” (Yeremia 17:10)

Pepatah mengatakan “Dalamnya laut dapat diselami, dalamnya hati siapa yang tahu”. Siapa yang tahu hati seseorang? Ada orang yang dari luar terlihat seperti orang baik atau tulus. Senyum di bibirnya, gerak tubuhnya, atau mungkin perkataannya sangat lembut, sehingga kita tidak berpikir bahwa ia ternyata memiliki  hati yang jahat seperti ular berbisa, yang siap menerkam kita ketika kita lengah. Memang tidak ada yang tahu isi hati seseorang. Bahkan ilmuwan yang paling pintar sekalipun, belum dapat membuat alat yang dapat membaca isi hati seseorang. Manusia hany bisa mengira-ngira, bagaimana isi hati seseorang dengan melihat penampilan dari luarnya. Sayangnya, hal tersebut tidak dapat menjamin bahwa hasilnya seratus persen akurat.
Alkitab sudah menuliskan bahwa hati itu sangat licik, bahkan jauh lebih licik daripada segala sesuatu yang lain. Penampilan dapat menipu manusia, akan tetapi hal tersebut tidak akan dapat menipu Tuhan. Mengapa demikian? Tuhan adalah Tuhan yang menciptakan manusia, termasuk hati manusia. Ia mampu menyelidiki hati manusia hingga yang terdalam sekalipun. Ia mampu menguji batin manusia, untuk mencari
tahu apakah ia memiliki batin yang benar di hadapan Tuhan. Jadi, jika manusia hanya bisa melihat dari luar, maka Tuhan dapat melihat dari dalam hati dan menghakimi orang tersebut, setimpal dengan perbuatannya, dan tentu saja setimpal dengan isi hatinya. Mungkin orang tersebut tidak pernah membunuh seseorang, tetapi jika di dalam hatinya ia sudah merencanakan yang jahat, Tuhan pun sanggup menghakimi
orang tersebut.

Sudahkah kita menyerahkan hati kita kepada Tuhan? Ingat bahwa hanya Tuhanlah yang mampu menyelidiki hati seseorang. Jika kita mengalami sakit hati karena orang lain, maka tidak ada dokter manapun di dunia ini yang dapat menyembuhkannya. Hanya Tuhanlah yang mampu menyembuhkan luka di hati kita dengan sempurna. Oleh karena itu, bagian kita adalah menjaga hati kita dengan sebaik-baiknya. Di sisi lain, kita juga harus tetap berhati-hati dengan orang lain yang terlihat baik di luar,
karena bisa jadi hatinya tidak setulus penampilannya. Yang terpenting adalah kita menyerahkan hati kita kepada Tuhan supaya tetap terjaga dengan baik. (RCM)
Refleksi :
Hati-hati dengan hati, karena hanya Tuhan yang mampu melihat hati.