MENGENALI BUAHNYA

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?(Matius 7:16)

Ada peribahasa yang mengatakan: “buah tidak jauh dari pohonnya”, demikian pula sikap dan perilaku seorang anak tidak akan jauh berbeda dari orang tuanya.  Nampaknya ungkapan ini bukanlah sebuah isapan jempol belaka karena pada kenyataannya dapat kita jumpai dalam kehidupan di sekitar kita. Karakter buruk orang tua akan mudah menular dalam diri anak-anaknya, dan  ini pun dialami oleh orang-orang yang menganggap dirinya beragama.  Sungguh sebuah tantangan bagi setiap orang yang mengaku dirinya percaya Tuhan untuk dapat menunjukkan buah yang baik dalam hidup sehari-hari.

Ayat di atas diawali dengan peringatan terhadap nabi-nabi palsu yang datang menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala buas. Nabi-nabi palsu ini mengeluarkan perintah palsu, pura-pura mendapatkan wewenang dan petunjuk langsung dari Allah untuk menjadi nabi dan menerima ilham ilahi padahal bukan demikian. Kita perlu berhati-hati dengan kepura-puraan mereka supaya tidak terperdaya karena dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Sebagaimana pohon yang baik akan mengeluarkan buah yang baik sebaliknya pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin kita berharap memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri. Buah selalu sesuai dengan jenis pohonnya.
Sikap dan tindakan seseorang adalah bukti dari apa yang menjadi prinsip hidupnya. Sebagai pengikut Kristus, kita akan berusaha menyatakan jati diri-Nya dengan pemahaman yang benar dan menampakkannya dalam sikap dan perilaku kita. Kampus Maranatha yang menyatakan jati diri sebagai Universitas “Kristen“ sudah seharusnya menyatakan eksistensinya melalui sikap dan tindakan dalam proses belajar mengajar. Semua warga baik mahasiswa, karyawan, dosen maupun pejabat struktural dan pimpinan dapat menyatakan buah hidupnya yang baik dan benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Tidak ada alasan apa pun untuk tidak menghasilkan buah untuk kemuliaan-Nya. (RZA)
Refleksi :
Nyatakanlah jadi diri Kristus dengan menampakkannya dalam sikap dan prilaku.