SUDAH SELESAI

“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” (Yohanes 19:30)

Banyak ungkapan-ungkapan yang menggambarkan kelegaan karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik seperti “…akhirnya…”.  Ada perasaan lega karena sudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan selama ini, sekarang sudah lulus kuliah, lulus studi lanjut, dsb. Rasanya beban yang terasa berat itu seperti lenyap begitu saja, ketika seluruh tugas itu telah dilaksanakan dengan baik.
Ungkapan “Sudah selesai” atau  tetelestai  dalam bahasa Yunani yang diucapkan Tuhan Yesus di kayu salib hendak menyatakan “kini sudah terlaksana sampai utuh”.  Kata  tetelestai  tersebut berasal dari kata ”telos”, yakni akhir yang merangkum perjalanan dari awal, yang memberi arti pada semua yang telah dijalani.  Ungkapan sudah selesai ini bukan hanya menyatakan sudah menyelesaikan tugas : menjalankan
maksud Allah bagi manusia. Akan tetapi ungkapan sudah selesai ini menyatakan juga makna lengkap atau utuh atau sudah terpenuhi semua perkataannya di atas kayu salib atau sudah menggenapi semua nubuat yang telah dituliskan oleh para nabi secara lengkap.  Seperti halnya ungkapan Aku haus,  bukan hanya ungkapan perasaan dahaga Yesus yang kekurangan cairan tubuh karena selama beberapa jam terus menerus mendapat siksaan. Ini merupakan penggenapan penderitaan yang akan dialami Yesus sesuai dengan Mazmur 69:22 dan Mazmur 22:15-16.  Dengan demikian ungkapan “sudah selesai” bukanlah teriakan biasa karena lepas dari penderitaan. Namun sebuah  sebuah teriakan kemenangan dari kayu salib bahwa misi-Nya telah selesai,  juga merupakan kegenapan seluruh nubuat tentang Dia. 

Kiranya ungkapan yang sering  kita teriakan diakhir pelayanan atau tugas kita “akhirnya…” bukan hanya ungkapan kelegaan bebas dari penderitaan karena menjalankan tugas kita karena tanggung jawab yang dibebankan.  Akan tetapi juga sebuah ungkapan kita telah berhasil menyelesaikan sebuah misi yang diberikan Allah sendiri bagi kita di dalam pekerjaan kita masing-masing. (ITW)
 
Refleksi: 
Renungkanlah  dalam menjalankan pekerjaan kita masing-masing, kita  sedang menyelesaikan misi Allah melalui pekerjaan kita