MENGUKUR DIRI DENGAN MENGENAL DIRI

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.”( II Korintus 13:5)

Kenalkah kita kepada diri sendiri? Apa pentingnya mengenal diri sendiri? Jika kita tidak cukup mengenali diri sendiri, kita akan berada dalam kondisi tidak
nyaman, takut, rendah diri, atau sebaliknya, kita dapat memiliki kepercayaan
diri yang berlebihan dan terlalu mencintai diri sendiri. Tanpa pengenalan diri yang cukup, kita akan berada di zona aman dan merasa tidak perlu melakukan upaya untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan kita.

Kedewasaan iman Paulus baik dari segi kualitas dan kualifikasi figur seorang pemimpin terlihat dalam kebebasannya melayani sesama karena anugerah-Nya, Paulus telah dipanggil sebagai pelayan, ia tidak mencoba menutupi citra dirinya yang buruk atau membuat orang lain terkesan dengan kehebatannya (lih. 1 Kor. 4; 1 Tes. 2:1-6).
Setelah kita menyelidiki dan mengenal diri kita, kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada dalam diri. Tidak hanya itu, kita juga harus dapat memanfaatkan kelebihan itu seoptimal mungkin. Sebaliknya, kekurangan yang kita miliki juga harus kita terima dan dikelola agar tidak membuat kita jatuh. Pada saat kita mampu mengenal diri dengan baik, kita pun akan mampu memimpin orang lain dengan baik. Sesungguhnya, mengukur diri dengan cara mengenali diri merupakan bagian dari proses pendewasaan sebagai orang percaya untuk mampu melihat diri kita yang baru dalam Kristus, yang telah direkacipta  dalam gambaran Allah untuk
kehidupan yang baru. (RTM)
Refleksi:
Mengukur diri dengan cara mengenali diri sendiri berarti mengetahui kelebihan dan
kelemahan yang ada dalam diri.
Minggu, 27 Maret 2016