TALENTA DAN POTENSI DIRI

“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” (Roma 12:3)

Ketika kita mengenali diri sendiri, kita akan mengetahui talenta dan potensi diri kita sehingga dapat mengembangkan kemampuan sampai pada puncaknya. Dengan kata lain, kita harus mengelola talenta dan potensi kita menjadi yang terbaik sebagai karya kreatif Tuhan dalam hidup kita. Kita harus memperbaiki, membenahi, dan membangun diri sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan atau sesuai dengan standar-Nya.
Sebagai warga kerajaan Allah, kita sangat percaya bahwa Tuhan telah memberi kepada setiap orang potensi atau talenta tertentu. Kita yakin dan percaya bahwa salah satu cara terbaik dalam bersyukur ialah terus  mengembangkan talenta dan potensi diri tersebut dan menjadikannya berguna bagi sesama. Kita tidak boleh membandingkan talenta dan potensi diri kita dengan orang lain karena  talenta dan potensi diri yang dikaruniakan Allah kepada masing-masing itu berbeda. Meski betapapun besarnya talenta dan potensi diri, kita harus sadar akan penghakiman dan tidak membanggakan diri. Jangan kita menempatkan gerobak di depan kuda. Makna ungkapan ini adalah cara dan tindakan yang kita ambil dapat menentukan hasil yang dicapai.

Dengan kata lain, sebagai umat Allah, kita memiliki daya untuk mengubah dan memperbaiki keadaan yang dihadapi dalam kehidupan. Caranya dengan melatih kesadaran kita akan talenta dan potensi diri. Gunakanlah itu dan perjuangkanlah. (RTM)

Refleksi:
Bagaimanakah dengan talenta dan potensi yang Anda miliki? Sudahkah Anda berkomitmen untuk terus mengembangkannya?