SUKACITA, BERDOA, DAN BERSYUKUR

“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”

(I Tesalonika 5:16-18)

Ketika seorang gadis datang kepada saya dan menanyakan “apakah saya bisa bersyukur saat diputusin oleh pacar”. Datang lagi seorang ibu bertanya “apakah masih bisa saya bersukacita, berdoa, dan bersyukur ketika suami  meninggalkan saya?” Pada kenyataannya memang sulit untuk mengekspresikan sukacita, bersyukur apalagi berdoa. Seolah-olah dunia ini sudah hancur berkeping-keping sehingga terasa mustahil untuk bisa beryukur. Dengan berjalannya waktu, gadis itu mulai menyadari bahwa Tuhan itu sangat baik, seandainya dipaksakan terus untuk berpacaran dengan pria idamannya pasti akan lebih sengsara dan menderita batin karena pria itu memunyai karakter yang tidak baik. Demikian juga dengan ibu tersebut, tidak henti-hentinya ia bersyukur dibalik peristiwa itu dia menyadari ada rencana Tuhan yang luar biasa. Bukan hanya suaminya kembali kepadanya tetapi Tuhan memulihkan keadaan rumah tangga dan hidupnya.

Rasul Paulus dalam surat 1 Tesalonika 5 mengajarkan kepada kita untuk bersukacita senantiasa dan tetap berdoa artinya kita terus menerus menjalin hubungan dengan Tuhan, berulang-ulang menaikkan doa, dan ada harapan yang pasti (Lukas 18:1-selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu; Roma 12:12-bersukacitalah dalam pengharapan…bertekunlah dalam doa; Kolose 4:2-..berjaga-jaga sambil mengucap syukur).
Kekristenan dihidupi dalam suasana yang terus menerus bersukacita, berdoa, dan mengucap syukur kepada Allah, sebab itulah yang dikehendaki-Nya.

Bagaimana dengan kehidupan kita sendiri sebagai staf/dosen/mahasiswa di Universitas Kristen Maranatha dalam menghadapi masalah yang menimpa kita? Mungkin kita bermasalah dengan atasan, dengan dosen yang menjengkelkan karena terus menerus memberi tugas yang banyak atau harus menunggu lama ketika sudah ada janji pertemuan dengan dosen wali. Apakah kita tetap bersukacita, berdoa, dan bersyukur? Atau sebaliknya dengan mengurung diri di dalam kamar dan merasa dunia ini akan hancur berkeping-keping seperti ilustrasi. Apa yang terjadi di dalam
kehidupan kita tidak terlepas dari pandangan dan  jangkauan-Nya. Pertolongan Tuhan selalu tepat dan janji-Nya tidak pernah diingkari. Selalu ditepati sesuai dengan kehendak-Nya. (RDS)
Refleksi:
Apakah hari ini Anda bersukacita, tetap berdoa, dan bersyukur selalu?