MAU MENJADI PEMIMPIN YANG DAPAT DIPERCAYA?

“Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercaya.”
(1 Korintus 4:2)

Dapat dipercaya adalah sebuah penghargaan, sekaligus kesempatan.
Dianggap penghargaan berarti kontribusi kita dalam hidup ternyata berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Dianggap kesempatan berarti kita perlu menunjukkan setiap waktu konsistensi kata dan perbuatan kita di hadapan orang lain. Bukankah seorang pemimpin sejati dibuktikan dari keberadaannya yang dapat dipercaya? Karena itu, kepercayaan yang disematkan kepada seorang pemimpin, hendaknya dipandang sebagai sebuah kesempatan untuk menampilkan identitasnya yang berintegritas. Dengan kata lain, integritas seseorang menjadi prasyarat bagi
dirinya untuk dapat dipercaya.
Ya, seseorang dipercaya karena perkataan dan perbuatannya. Saat kata dan sikap tak bertolak belakang, melainkan berselaras, maka akan terbangun rasa percaya di mana-mana. Mengapa ketika berintegritas harus menyelaraskan kata dan sikap? Karena perkataan hanyalah buah pemikiran seseorang yang paling pertama terlontarkan di hadapan orang lain. Dan karena itu, perbuatan haruslah menjadi pembuktian dari buah pemikiran itu di hadapan orang lain juga. Jika hal itu tidak terjadi, maka ia akan diremehkan dan tak dihargai buah pemikirannya. Itu berarti ia sedang mempermalukan jatidirinya secara utuh di hadapan orang lain.

Keberadaan orang lain menjadi sangat penting untuk menilai apakah kita ini orang yang berintegritas atau tidak. Sebab, merekalah yang akan memandang, memperhatikan, bahkan memberi kesan dan kesimpulan tentang siapa kita ini. Apalagi kita ini adalah seorang pemimpin (pelayan gereja, hamba Kristus, pengajar), maka akan lebih banyak dituntut dari dirinya. Rasul Paulus menyadari hal itu, karena itu ia menyampaikan “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikianlah
ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai” (ay. 2).

Seorang pemimpin menuntut orang lain yang dipimpinnya untuk taat dan setia, tetapi setiap mahasiswa/umat/rakyat/orang banyak (orang lain) menuntut seorang pemimpin yang dapat dipercaya. Karena itu, bangunlah integritas diri dalam perjumpaan kita dengan orang lain setiap waktu. (FH)
Refleksi:
Setiap orang tentu menginginkan dapat dipercaya oleh siapapun. Karena itu, berharaplah dapat dipercaya, tapi kepercayaan itu dinyatakan gayung bersambut dengan sikap integritas kita sendiri.