GEMBALAKANLAH DOMBA-DOMBA-KU

“…Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
(Yohanes 21:17)

Suatu hari ada seorang pemuda yang dipercayakan sebagai pengurus di sebuah gereja. Ada sebuah kegiatan acara kebersamaan di mana pemuda tersebut menjadi pengurusnya. Pada awal rencana diumumkan, banyak pemuda yang berantusias ingin ikut acara, tetapi ketika pendaftaran dibuka, dari sejumlah anggota pemuda yang mengatakan ingin ikut acara ternyata yang mendaftar hanyalah 30%. Selain itu, muncul juga masalah-masalah perbedaan pendapat dengan pengurus gereja lainnya yang meragukan keberhasilan acara ini. Hal yang terbesar adalah masalah keuangan, dukungan keuangan dari gereja sangatlah terbatas. Betapa
kecewanya pemuda itu menghadapi semua masalah ini. Pada saat kecewa seperti itu, dia merasa tertekan (stress). Banyak pertanyaan yang kemudian muncul di benaknya. Jangan-jangan Tuhan tidak berkenan dengan acara ini?

Dalam kondisi stress ini, pemuda itu berlutut berdoa mohon petunjuk Tuhan. Tuhan menjawab doanya melalui pertanyaan: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Pemuda itu teringat peristiwa dimana rasul Petrus ditanya oleh Tuhan pertanyaan yang sama. Pemuda itu kemudian menangis. Dia teringat akan kesulitan-kesulitan yang harus dia hadapi. Dengan berat dia menjawab “Ya Tuhan, saya mengasihi Engkau.” dan
Tuhan berkata “Gembalakanlah domba-domba-Ku” Dari situ dia mulai mengubah cara pikirnya. Dia menyadari untuk tidak melihat jumlah peserta dan persetujuan dari semua pihak sebagai patokan keberhasilan. Dia melihat tujuan acara, apakah hasil akhir dari acara ingin memuliakan Tuhan? Hasil akhir acara haruslah bisa mengarahkan domba-domba Tuhan ke jalan benar.

Beberapa hari kemudian pada suatu malam pemuda ini dikagetkan dengan kabar bahwa ada beberapa jemaat gereja yang telah menyumbang sejumlah dana sehingga masalah dana bisa teratasi. Akhir cerita, acara bisa berjalan dengan baik, walaupun peserta hanya setengah dari yang diharapkan tetapi  feedback dari peserta cukup menggembirakan.

Di tempat kerja kita banyak pemimpin-pemimpin yang diserahi tugas dalam menggembalakan domba-domba Tuhan. Mari kita mendoakan agar mereka yang dipilih adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan, agar mereka diberi kekuatan dalam setiap keputusan yang mereka ambil. (AS)

Refleksi:
Apakah di setiap karya kita dalam rangka mengasihi Tuhan. Jika demikian, gembalakanlah “domba-domba” yang Tuhan percayakan kepada kita.