KEKAYAAN SEJATI

KEKAYAAN SEJATI

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.”
(Yohanes 6:27a)

Dunia memiliki cara tersendiri dalam mengukur seberapa kayakah seseorang. Ada yang menilai dari berapa besar penghasilan yang dimiliki seseorang, ada juga yang menghitung seluruh aset yang dimiliki seseorang, bahkan ada yang melihat dari barang-barang bermerk yang dipakai oleh seseorang. Jika kekayaan diukur hanya melalui hal-hal itu saja, maka kita mulai saat ini harus merubah pemahaman tersebut. Kekayaan tidak hanya dihitung serta merta berdasarkan aset yang dimiliki. Jika kita mau mengambil waktu sesaat saja untuk merenung, maka kita akan menemukan bahwa kita memiliki sesutu yang tidak akan pernah bisa dibeli
dengan uang seperti rumah tangga yang harmonis, komunikasi dan hubungan yang baik dengan anggota keluarga, sahabat-sahabat yang baik, pekerjaan yang baik, kesempatan untuk melayani, kesempatan berkuliah, kesehatan, damai sejahtera, sukacita, dan jaminan keselamatan dalam Yesus Kristus.

Sayangnya banyak orang terjebak dengan mengejar kekayaan yang semu seperti uang, kedudukan, status, karir dan mengorbankan hubungan rumah tangganya, keluarga, sahabat, bahkan mengorbankan hubungannya dengan Tuhan. Hari ini kita disadarkan bahwa kita harus mencari kekayaan yang sejati, bukan kekayaan yang semu. Ubah cara pandang kita kepada sesuatu yang bernilai kekal bukan fana. Cara pandang yang berbeda dalam menilai kekayaan akan membuat kita berhasil dalam pekerjaan dan juga membuat kita berhasil dalam keluarga. Kita boleh saja disibukkan
dengan urusan pekerjaan namun tetap saja kita memiliki waktu-waktu berkualitas dengan keluarga bahkan waktu-waktu khusus dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Milikilah Yesus maka kita memiliki segalanya.(YG)

Refleksi :
Kekayaan sejati sebenarnya sudah ada dihadapan kita. Pertanyaannya : “apakah kita menyadari kekayaan yang telah diberikan Tuhan kepada kita?”