SIKAP HIDUP

SIKAP HIDUP

Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga akau akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21)

Sikap hidup merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan. Sikap hidup akan menuntun setiap orang menuju ketangguhan hidup. Sikap hidup tidak dipengaruhi oleh berapa besar persoalan yang dihadapi, tidak dipengaruhi oleh sikap atau penilain orang lain. Sikap hidup akan mendorong orang untuk menjalani hidup secara seimbang. Ada kepedulian, ada kasih, objektif dalam memberi penilaian, tidak memanfaatkan situasi untuk kepentingan dirinya, berbicara apa adanya dan tidak membesar-besarkan persoalan. Kehadirannya membuat orang disekitarnya merasa nyaman, tenang dan merasa dihargai sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Bukankah berita sukacita itu harus terpancar dari setiap pengikutNya. Sikap
hidup diawali dengan kedekatan kehidupan pribadi seseorang yang dibangun secara intensif dengan Tuhan. Kedekatan dan hubungan yang intensif dengan Tuhan menjadi cikal bakal dalam membentuk sikap hidup. Sikap hidup akan menuntun kepada kehidupan yang tegar, tidak cengeng, tidak menyalahkan orang lain, tidak menyalahkan keadaan dan tidak cepat menyerah. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa hidup kita akan selalu berjalan baik, mulus, tanpa ada hambatan, tantangan. Namun Dia berjanji akan terus menyertai dan tidak akan pernah meninggalkan orang yang berserah padanya.

Kisah Ayub mengingatkan kita betapa besar kekecewaan yang dialami oleh Ayub. Bagaimana tidak dia harus kehilangan segala harta bendanya termasuk anak-anak yang dikasihinya. Firman Tuhan mengingatkan “berdirilah sebagai laki-laki” Padahal kondisi Ayub saat itu sedang terpuruk, kecewa, sedih dan sakit, jangankan untuk berdiri untuk duduk saja susah. Firman Tuhan menunjuk dan mengarahkan agar Ayub mengambil sikap berserah penuh pada Allah, percaya padaNya, tidak bimbang dan menyadari bahwa semua yang ada adalah milikNya.

Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Kalau Tuhan izinkan sesuatu terjadi, Dia tahu orang yang mengalami pasti kuat dan sanggup untuk menjalaninya. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang percaya padaNya dan pertolonganNya selalu tepat pada waktunya. Sikap hidup seperti inilah yang Allah kehendaki dari setiap orang yang percaya. Jalani hidup dengan penuh syukur dan tanggung jawab. (SG)

Refleksi :
Mari menghadirkan Tuhan dalam hidup kita