BEKERJA : PANGGILAN TUHAN

Sabtu, 19 Juli 2014

BEKERJA : PANGGILAN TUHAN

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1)

 Masih banyak perdebatan tentang pekerjaan. Sebagian orang menganggap bahwa karier itu panggilan namun sebagian lainnya menganggap bahwa kerja adalah pilihan. Pemikiran dan pandangan bahwa pekerjaan adalah pilihan sering mendorong orang untuk menyatakan ketidakpuasan terhadap tempat bekerja dengan mengambil sikap pindah tempat kerja. Pindah tempat kerja dilakukan setiap kali tidak menemukan kepuasaan atau tidak sesuai dengan harapan. Sikap tidak puas ini tidak dibarengi dengan upaya bagaimana mengubah agar situasi di tempat kerja menjadi lebih baik. Bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga bagi rekan kerja lainnya. Sebaliknya sikap dan pandangan bahwa pekerjaan adalah panggilan akan mendorong seseorang untuk melakukan berbagai upaya untuk menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih baik. Upaya yang pertama adalah melakukan intropeksi dan koreksi akan diri sendiri, mendiskusikan dan mencoba mencarikan solusinya. Namun ketika pekerjaan belum seperti harapan, ingatlah Allah menempatkan kita di tempat tersebut dengan suatu rencana dan rancangan yang indah, dan Dia ingin kita menggali dan menemukan rancanganNya tersebut bagi setiap kita. Bukankah bagian awal Alkitab menunjukkan bahwa Allah bekerja dengan sungguh-sungguh.

 Lee Hardy mengungkapkan bahwa : para Filsuf Renaisans, menyatakan bahwa Allah secara khas disebut “Allah yang Ilahi” Pencipta yang Agung” atau Ahli yang maha Kuasa”. Menurut para pemikir Renaisans, manusia harus menyerupai allah bukan hanya dengan cara berpikir, tetapi melalui kegiatan produktif. Dicipta dalam citra Allah bukan saja berarti memiliki intelek, tetapi juga tangan sehingga apa yang dibayangkan oleh akal budi dapat dibawa ke dalam kenyataan. Dalam kitab Kejadian kita bisa membaca bagaimana Allah bekerja. Digambarkan Allah hadir di dalam kebun dan memulai semua pekerjaannya. Tidak semua Dia lakukan hanya dengan berfirman namun ada bagian-bagian dari pekerjaan tersebut yang Dia lakukan dengan menggunakan tangan, menyingsingkan lengan baju. Ketika menciptakan manusia bukankah Dia mengambil tanah, membentuk, menghembuskan nafas kehidupan dan seterusnya. Dia menciptakan manusia segambar dan serupa artinya ada kreativitas, ada kerja keras, ada evaluasi . “ Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik (Kejadian 1 : 31)” Allah tidak pernah berhenti bekerja dalam kitab Wahyu (Wahyu 21 dan 22) Allah digambarkan membuat sebuah kota. (SG)

 Refleksi :

Mari mewujudkan pekerjaan sebagai panggilan.