KITA SEMUA BERHARGA

KITA SEMUA BERHARGA”

“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulahkamu telah dipanggil menjadi satu tubuh”

(Kolose 3:15)

 Ada kecenderungan dalam diri manusia untuk memberikan penghargaan dan penghormatan bagi orang-orang yang dianggap berjasa. Sebaliknya orang yang melakukan perkara kecil sering disepelekan, tidak dianggap keberadaannya. Kondisi ini membuat ada saja orang yang menilai negatif tentang dirinya. Merasa tidak memiliki apa-apa, tidak bisa melakukan apa-apa, tidak dibutuhkan dan tidak dipedulikan oleh orang lain. Perasaan ini bisa berkembang menjadi kompleks inferior atau rasa rendah diri.

Rasul Paulus mengibaratkan komunitas seperti tubuh. Ada yang jadi kepala. Ada yang jadi tangan dan ada yang jadi kaki. Perumpamaan talenta juga memberi gambaran bagi kita bahwa Allah memberikan talenta yang berbeda jumlahnya. Namun bukan berarti kita berbeda nilainya di mata Allah. Keragaman kemampuan yang dimiliki justru akan saling memperlengkapi. Saling membuat kita merasa membutuhkan. Saling ketergantungan. Justru dengan kemampuan yang beragam, Allah ingin agar kita terus mengembangkan dan menekuninya. Setia pada perkara kecil.

Alkitab mencatat bahwa Raja Saul semula adalah petani yang membajak dengan lembu (1 Samuel 11 : 5). Begitu juga dengan raja Daud semula adalah penjaga ternak (1 Samuel 17 : 15). Bila setiap kita merefleksi siapa diri kita dan bagaimana perjalanan hidup yang kita jalani akan mengantar kepada suatu simpulan bahwa sungguh kita berharga. Keadaan kita tidak akan berubah kalau kita sendiri tidak mau keluar dari zona aman. Perkembangan anak sekolah dapat menjadi contoh bahwa setiap kali akan naik kelas maupun naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi mereka harus berproses. Bagian dari proses bertumbuh dan menjadi. Belajar dengan tekun. Mengikuti semua aturan dan ketentuan yang berlaku di sekolahnya.

Hidup kitapun demikian adanya. Kita berharga, bukan berarti tinggal diam. Justru karena kita berharga maka kita menghormati diri sendiri saat kita melakukan peran, tugas dan fungsi kita masing-masing. Tubuh tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik tanpa bantuan tangan. Tubuh tidak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kaki. (SG)

 Refleksi : Sudahkah kita merasa berharga?