PEMIMPIN YANG MEMILIKI INTEGRITAS

“ Guru Engkau adalah seorang yang jujur …tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka”(Matius 22:16)

Akhir –akhir ini  istilah ”karakter” sering kita dengar, seperti membangun
watak yang berkarakter, mahasiswa yang berkarakter. Dalam dunia yang
terus berubah dengan pesatnya, budaya karakter perlu dibangun. Salah satu
karakter yang yang baik adalah “integritas”. Dalam buku  The complete book of
everyday Christianity ditulis demikian, integritas berhubungan dengan konsistensi
karakter yang memadukan perkataan dan perbuatan, visi dan pilihan, nilai dan
perilaku. Kehidupan yang berintegritas adalah kehidupan pribadi seutuhnya  dalam
semua aspek kehidupan. Ketika seseorang kekurangan integritas ia kehilangan
dirinya.
Yesus adalah figur yang memiliki integritas. Ia adalah seorang yang jujur. Apa yang
disampaikanNya sesuatu yang benar dan patut dipercayai. Yesus tidak mudah dicobai
atau disuap dengan hal-hal materi ataupun kekuasaan (Matius 4:8). Ia juga bukan
orang yang suka mencari muka di depan banyak orang. Meskipun ada kesempatan
bagiNya untuk melakukan semua itu.
Zaman di mana kita berada adalah zaman yang telah mengalami perubahan yang
pesat. Seiring dengan perubahan zaman terjadi pula perubahan perilaku. Banyak
perilaku yang tidak baik melingkupi anak anak Tuhan, seperti terjebak dalam
narkoba, kekerasan, suap, hedonisme. Semua ini menunjukkan, bahwa mereka telah
kehilangan integritas sehingga mudah dipengaruhi oleh hal–hal yang tidak baik.
Bagaimana kita dapat mempengaruhi dunia seperti integritas yang ditampakkan
oleh Yesus? Integritas merupakan kekuatan besar yang dapat membangun diri
sendiri dan orang lain.
Kita perlu meneladani karakter Yesus dalam pribadi kita. Billy Graham menyatakan
bahwa  “integritas adalah ibarat lem yang merekatkan cara hidup kita menjadi
satu …kita harus terus berjuang untuk menjaga agar integritas kita tetap utuh”.
Ke arah itulah karakter kita diajak bertumbuh, yaitu ke arah  “….kedewasaan
penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (baca
Efesus 4: 13). Dalam tugas tanggung jawab kita saat ini, integritas diperlukan.
Tuhan akan memampukan kita melaksanakan tugas berlandaskan keteladan Yesus
yang berintegritas. Perlihatkanlah integritas sebagai gaya hidup. Filipi 3:12, “….
aku mengejarnya” dan ayat 14”…berlari –lari kepada tujuan”. Apabila kita adalah
pemimpin yang berintegritas, maka akan berpengaruh pada lingkungan kerja kita.
Kiranya Roh Kudus  memperbarui hati kita untuk pekerjaan yang baik. (RPA)
Refleksi :
Integritas merupakan kekuatan besar yang dapat membangun diri sendiri dan orang
lain.