MENYATAKAN KEPEDULIAN

 
“karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,
dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri
atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang
menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya”
(Filipi 2: 2-3)
Teknologi seharusnya semakin mempermudah kita dalam berhubungan dengan
orang lain, tetapi yang terjadi seringkali sebaliknya. Kita tidak lagi menganggap
penting untuk bertemu karena toh bisa digantikan dengan telepon atau bahkan
sms dalam karakter yang diusahakan sesingkat-singkatnya agar lebih hemat. Jika dulu
kita memilih untuk bertemu dan memberi ucapan secara langsung pada momen-
momen khusus tertentu, sekarang email, jejaring sosial maupun telepon genggam
bisa menggantikan semua itu, bahkan kepada orang yang tinggalnya tidak jauh dari
kita. Teknologi menjadikan yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh.
Bagaimana menyatakan kepedulian kepada orang-orang di sekitar kita ? Dunia
membuat kita semakin egois. Seringkali kita  dengar ‘jangankan mengurusi orang
lain, mengurus diri sendiri dan keluarga sendiri saja belum’ . Firman Tuhan berbicara
sebaliknya.  Sehati, sepikir, satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, itu menggambarkan
panggilan untuk bersatu dan bertindak bersama-sama.  Selanjutnya lihatlah
bahwa kita pun diminta untuk bersikap rendah hati dengan mengedepankan atau
mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri.  Kasih yang
kita miliki seharusnya mampu membuat kita untuk peduli kepada orang lain dan tidak
berpusat kepada kepentingan diri sendiri. Ayat selanjutnya kemudian berkata “dan
janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga.” (ay 4).
Peduli kepada orang lain seringkali tidak cukup hanya sebatas kata-kata, tetapi
sebuah perbuatan pun diperlukan untuk membantu mereka secara nyata. Kerinduan
untuk memberi bukanlah tergantung dari seberapa besar harta milik kita, tetapi
seberapa besar kepedulian kita terhadap penderitaan orang lain. Dan seringkali
tidak perlu jauh-jauh untuk itu, karena disekitar kita pun ada banyak yang orang
yang membutuhkan uluran Bukan saja yang kita kenal tetapi juga pada yang asing
bagi kita. Begitu pentingnya hingga dikatakan “Siapa menaruh belas kasihan kepada
orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya
itu.” (Amsal 19:17).  (IH)
Refleksi :
Mempedulikan orang lain adalah meraih mereka yang jauh untuk mendekat kepada
Allah