PEMBALASAN TUHAN

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang
akan membalas perbuatannya itu.
(Amsal 19:17)

Sersan Dua Nicolas Sandi Harewan (24), anggota Komando Pasukan Khusus
(Kopassus) yang menyelamatkan Is (31), korban kasus pencurian dan kekerasan
serta percobaan pemerkosaan yang dilakukan di dalam Mikrolet C01 jurusan
Senen-Ciledug pada Senin (23/7/2012)  Malam itu Serda TNI Nicolas Sandi Harewan
yang kebetulan sedang mengendari motor bersama pacarnya. Mendengar teriakan
minta tolong. Ia  lantas mengikuti laju mikrolet tersebut. Singkat cerita Serda Nicolas
berjuang menolong karyawati malang tersebut,  hingga akhirnya menangkap seorang
pelaku berinisial AA.
Sebenarnya tindakannya adalah tindakan biasa, karena sebagai seorang anggota
Koppasus yang sangat terlatih untuk perang, menghadapi para penjahat di angkot
seharusnya bukanlah masalah besar. Tetapi menjadi luarbiasa  dalam peristiwa
tersebut adalah kemauannya untuk peduli dan pada saat yang tepat berbuat nyata
menyelamatkan sesama yang membutuhkan pertolongan saat itu. Tindakannya
diganjar dengan kenaikan pangkat dari Serda menjadi Sersan Satu.
Sejatinya kepedulian adalah bukan bicara soal tindakan besar di luar kemampuan
kita. Kepedulian adalah gerakan hati karena belas kasih terhadap sesama.
Masalahnya bukan pada kemampuan, tetapi pada kemauan kita untuk memberi hati
dan untuk peduli. Manusia modern saat ini semakin banyak mendapatkan alasan
pembenar untuk tidak peduli. Kadang-kadang mendadak kita menjadi merasa
tidak memiliki kemampuan ketika diminta  memberikan sumbangan.  mendadak
kita merasa tidak punya cukup uang untuk membantu. Ketika harus memberikan
bantuan tenaga untuk orang lain yang saat itu membutuhkan,  kita merasa itu bukan
tanggungjawab kita. Lebih sering kita menunggu orang lain melakukan lebih dulu,
sehingga tidak perlu melakuan tindakan itu.
Maka ketika ada sebuah tindakan kecil seperti yang dilakukan Serda Nicolas, kita
kembali diingatkan dan diberi petunjuk serta harapan bahwa tidak semua manusia
zaman ini mati hatinya, tak peduli sesamanya. Kita yakin masih banyak yang punya
hati dan mau peduli untuk sesamanya. Mudah-mudahan itu adalah saya dan Anda.
Bukan untuk mendapatkan balasan dari Tuhan tetapi lebih karena Tuhan telah
memberi terlalu banyak untuk kita. (IH)
Refleksi :
Apa yang ‘luarbiasa’ dalam pandangan orang lain adalah hal ‘biasa’ yang kita
lakukan.