Hati-hati dengan Dosa!

Rabu, 23 Juli 2014

Hati-hati dengan Dosa!

“Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda  engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:7)

Semua orang pasti pernah berbuat dosa. Sejak manusia pertama jatuh dalam dosa maka tidak ada seorangpun yang lahir di dunia ini tanpa benih dosa. Dosa sedang mengintip untuk menguasai siapa saja yang membuka hati terhadap dosa. Memang manusia tahu mana yang baik dan yang jahat, tetapi karena dikuasai dosa maka kecenderungannya lebih memilih dosa.

Firman Tuhan hari ini tentang Kain yang iri dan marah kepada Habel karena persembahannya tidak diindahkan Tuhan. Ia juga merasa malu sebagaimana ayat 6 dikatakan ”muka muram” yang dalam bahasa aslinya diterjemahkan “wajahnya jatuh” (berarti tak punya muka). Tak punya muka berarti malu. Oleh karena itu, Kain melampiaskan kemarahan dan rasa malu serta iri hatinya kepada Habel, adiknya dengan memukul dan membunuh Habel. Walapun Tuhan sudah memperingatkan Kain, agar “berkuasa atas dosa yang sudah mengintip di depan pintu” (ayat 7). Namun, agaknya kuasa dosa yang mengintip di pintu hati Kain yang marah dan malu itu terlalu besar untuk dapat ia kuasai. Akibatnya tragis: Darah Habel tercurah ke tanah akibat pembunuhan yang dilakukan oleh kakak kandungnya.

Sebuah contoh nyata bahwa ketika seseorang tidak berbuat baik, ada dosa yang mengintip di depan pintu bagaikan binatang buas yang siap menerkam mangsa. Dosa menanti siapapun untuk membuka pintu dan mengijinkannya masuk untuk mengobrak-abrik hidupnya. Bukankah seringkali bila kita sedang mengalami kejadian-kejadian yang membuat kita marah, panas hati, kesal, cemburu dan sebagainya, dosa sudah mengintip di depan pintu kita. Dosa hanya menunggu waktu saja sampai kita menyerah dan membukakan pintu untuk dosa masuk. Tetapi bila kita berada di situasi seperti itu, ingatlah akan firman Tuhan ini, bahwa kita harus berkuasa atasnya, yakni agar kita memiliki penguasaan diri dan tidak berserah kepada amarah, cemburu, kesal atau dosa. Dengan memohon pertolongan Tuhan kita yakin dimampukan untuk menghindari dosa dan berkuasa atas dosa yang sudah siap masuk ke dalam hidup kita. (RAP)

 

Refleksi:

Jangan memberi kesempatan terhadap dosa.