BELAJAR DARI PETANI

“Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan  
Tuhan!
Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia
sabar
 sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi”
(Yakobus 5: 7)

Petani di dalam menanam padi, tidak serta merta dia menghasilkan padi untuk
dituai. Tetapi di dalam semuanya itu, seorang petani harus memulai untuk
menanam benih padi dan kemudian dia harus menanti hasilnya untuk beberapa
bulan ke depan. Dia harus dengan sabar menanam bibit padi, dia harus dengan sabar
melihat pertumbuhan padi, dia harus dengan sabar memberi pupuk, menghalau
hama, memastikan kecukupan air, dan lain sebagainya. Semua proses yang dilaluinya
harus dijalani dengan sabar.
Kontras dengan hal itu, adalah populasi penduduk dunia. Penghitungan dimulai dari
tahun 1804 SM, ketika penduduk dunia mencapai 1 milyar jiwa. Pada permulaan
abad ke-20, populasi dunia tersebut telah mencapai angka 6,8 milyar jiwa, dan pada
pertengahan abad ini diperkirakan angkanya akan mencapai jumlah yang luar biasa
yaitu, 9,5 milyar jiwa.
Bagaimana mungkin memberi makan sedemikian banyak orang, terutama ketika
tidak orang muda bercita-cita jadi petani ? Masalah lain, kita harus sabar menantikan
hasil panen dari petani. Sedangkan kebutuhan pangan mendesak.
Apa pun yang terjadi, Yakobus  meminta kita tetap bersabar. Yakobus berbicara
tentang kedatangan Kristus seperti sudah dekat. . Kristus akan datang sebagai
hakim untuk menghukum yang jahat dan memberi pahala kepada yang benar
dan membebaskan mereka dari penderitaan. Kesabaran adalah sifat menanggung
ketidakadilan, penderitaan, kesulitan, dan penganiayaan, sambil menyerahkan
hidup kita kepada Allah dalam kepercayaan bahwa Dia akan membereskan segala
sesuatu.  Terkadang kita putus-asa melihat keadaan sekeliling kita yang semakin
tidak terkendali.  Tetaplah bersabar dan Ia ingin anak-anakNya menyatakan kuasa-
Nya. Buah dari kesabaran membuat seseorang  tercatat sebagai saksi-saksi iman
yang begitu luar biasa dan hal ini telah disampaikan di dalam kitab Ibrani 11:1-40.
Sungguh kesabaran membuat seseorang bisa menerima berkat-berkat Tuhan yang
luar biasa. Demikian pula sivitas akademika Universitas Kristen Maranatha dapat
dipakai menjadi saksi-saksi iman yang luar biasa untuk menyatakan kuasa-Nya. (IH)
Refleksi :
Marilah kita bersabar untuk menantikan jawaban Tuhan atas segala permasalahan
kita hingga hal ini menjadi sebuah sumber kesaksian yang luar biasa.