SALING MELENGKAPI DALAM PELAYANAN

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”
(Kolose 3 : 23)

Lumrah rasanya bahwa dalam kehidupan ada yang memimpin dan ada yang
dipimpin. Dalam keluarga ada orang tua yang menjadi teladan, contoh bagi
anak anaknya. Di sekolah ada Bapak/Ibu guru yang mengantikan peran orang
tua selama anak anak berada di sekolah. Di kampus ada dosen sebagai teladan dan
mitra para mahasiswa.
Pertanyaan yang menggelitik bagi saya, apakah kita sebagai orang tua, sebagai guru
atau sebagai dosen pernah memberi kesempatan kepada anak anak kita, siswa kita
atau mahasiswa kita untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan dan pikirkan
terkait dengan kepemimpinan kita? Adakah mereka merasakan bahwa kita telah
memperlakukan mereka secara adil, secara bijaksana penuh dengan kepedulian? 
Jangan-jangan kita menganggap bahwa penilaian anak, siswa dan mahasiswa kita
“baik” padahal justru sebaliknya mereka tidak nyaman dan merasa tidak dipedulikan.
Bukankah untuk bisa mengukur atau menilai secara objektif  terhadap kepemimpinan
seseorang maka berbagai masukan, pandangan, dan pendapat dari orang orang
yang dipimpin menjadi suatu keharusan. Kesediaan dalam mendengar kemudian
menindaklanjuti merupakan salah satu wujud kepedulian. Kepedulian yang
diungkapkan hanya dalam bentuk kata kata dan tidak diikuti tindakan nyata hanya
akan mengantarkan kekecewaan bagi orang orang yang mendengarnya.
Mother Theresa menulis pengalamannya di Calkuta India. Saat itu dia berkunjung
ke salah satu keluarga petani miskin untuk mengantarkan sekarung beras. Tidak
lama kemudian Mother Theresa melihat bahwa petani tadi membagi beras menjadi
dua bagian dan kemudian mengantar ke rumah salah satu tetangganya yang lebih
miskin lagi. Peristiwa ini cukup mengagetkan Mother Theresa tetapi petani miskin
itu mengatakan bahwa kepedulian yang dilakukan oleh Mother Theresa telah
menggugah dirinya untuk juga melakukan kepedulian yang sama bagi orang orang
yang ada di sekitarnya. (SG)
Refleksi :
Adakah kepedulian kita sudah diwujudkan secara nyata dan dirasakan orang orang
di sekitar kita atau masih dalam wujud kata-kata?
Senin, 30 Mei 2016 Senin, 30 Mei 2016