CIRI PEMIMPIN KRISTEN

Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang
lemah  dari Allah lebih kuat dari
pada manusia.
(1 Korintus 1:25)

Dalam kelompok baca buku tentang “Jadilah Pemimpin Demi Kristus” salah satu
yang dibahas adalah tentang kelemahan. Hal yang menarik semua anggota
kelompok merasa diingatkan bahwa kriteria seorang pemimpin seperti visi,
integritas, stamina dan wawasan yang luas dapat dimiliki oleh siapapun tanpa perlu
menyatakan identitas dirinya.  Sen Senjaya (penulis buku Leadership) memberikan
pemahaman bahwa yang membedakan kualifikasi pemimpin Kristen dengan
pemimpin yang lain adalah kelemahan. Kualifikasi kelemahan menjadi kriteria
pemimpin Kristen
Mayoritas jemaat Korintus dipengaruhi filsafat dunia yang ada waktu itu. Ketika
mereka melihat kebenaran Injil dari perspektif hikmat dunia, mereka memandang
rendah berita Injil. Tetapi sebaliknya bagi mereka yang diselamatkan memandang
pemberitaan Injil adalah kekuatan Allah. Karena itu Paulus tidak mau memberitakan
Injil dengan hikmat perkataan manusia karena tidak akan menambah kekuatan Injil.
Paulus dalam nas ini menyatakan untuk tidak membandingkan hikmat Allah dengan
hikmat manusia, bahkan kebodohan Allah lebih hebat daripada semua kepandaian
manusia. Kelemahan Allah jauh melebihi kekuatan manusia. Kuasa Ilahi hanya
dinyatakan dalam kelemahan manusia.
Jika hikmat Allah diberikan kepada orang yang dianggap lemah oleh filsafat dunia,
maka para pemimpin yang merasa diri pandai, kuat dan hebat belum tentu dipakai
oleh Allah. Mengapa? Karena arogansi dan superiotas seorang pemimpin bisa
menghalangi kuasa Allah. Memang kelemahan diri bukan untuk ditonjolkan tetapi
suatu wujud ketidakmampuan manusia dalam menjalani tugas dan tanggung
jawab diri. Ini juga merupakan sebuah bentuk kerendahan hati seseorang dalam
mengerjakan tugas  yang diembannya. Oleh sebab itu akuilah kelemahan kita
di hadapan Tuhan yang akan melengkapi kita. Tidak perlu menjadi malu jika kita
mengakui kelemahan dalam memimpin. Kuasa Tuhan akan menyertai  kita dalam
memimpin diri sendiri, keluarga dan pekerjaan yang Tuhan percayakanCIRI PEMIMPIN KRISTEN
Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang
lemah  dari Allah lebih kuat dari
pada manusia.
(1 Korintus 1:25)
Dalam kelompok baca buku tentang “Jadilah Pemimpin Demi Kristus” salah satu
yang dibahas adalah tentang kelemahan. Hal yang menarik semua anggota
kelompok merasa diingatkan bahwa kriteria seorang pemimpin seperti visi,
integritas, stamina dan wawasan yang luas dapat dimiliki oleh siapapun tanpa perlu
menyatakan identitas dirinya.  Sen Senjaya (penulis buku Leadership) memberikan
pemahaman bahwa yang membedakan kualifikasi pemimpin Kristen dengan
pemimpin yang lain adalah kelemahan. Kualifikasi kelemahan menjadi kriteria
pemimpin Kristen
Mayoritas jemaat Korintus dipengaruhi filsafat dunia yang ada waktu itu. Ketika
mereka melihat kebenaran Injil dari perspektif hikmat dunia, mereka memandang
rendah berita Injil. Tetapi sebaliknya bagi mereka yang diselamatkan memandang
pemberitaan Injil adalah kekuatan Allah. Karena itu Paulus tidak mau memberitakan
Injil dengan hikmat perkataan manusia karena tidak akan menambah kekuatan Injil.
Paulus dalam nas ini menyatakan untuk tidak membandingkan hikmat Allah dengan
hikmat manusia, bahkan kebodohan Allah lebih hebat daripada semua kepandaian
manusia. Kelemahan Allah jauh melebihi kekuatan manusia. Kuasa Ilahi hanya
dinyatakan dalam kelemahan manusia.
Jika hikmat Allah diberikan kepada orang yang dianggap lemah oleh filsafat dunia,
maka para pemimpin yang merasa diri pandai, kuat dan hebat belum tentu dipakai
oleh Allah. Mengapa? Karena arogansi dan superiotas seorang pemimpin bisa
menghalangi kuasa Allah. Memang kelemahan diri bukan untuk ditonjolkan tetapi
suatu wujud ketidakmampuan manusia dalam menjalani tugas dan tanggung
jawab diri. Ini juga merupakan sebuah bentuk kerendahan hati seseorang dalam
mengerjakan tugas  yang diembannya. Oleh sebab itu akuilah kelemahan kita
di hadapan Tuhan yang akan melengkapi kita. Tidak perlu menjadi malu jika kita
mengakui kelemahan dalam memimpin. Kuasa Tuhan akan menyertai  kita dalam
memimpin diri sendiri, keluarga dan pekerjaan yang Tuhan percayakan.(RZA)
Refleksi :
Nikmati kuasa Allah dalam setiap  kelemahan kita.

Nikmati kuasa Allah dalam setiap  kelemahan kita.