KERJA NYATA

“Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian” (Amsal 1 : 6)

Sebagian orang menganggap bahwa menjadi Dosen lebih ringan bebannya
dibandingkan menjadi Guru. Sebab Dosen berhadapan dengan orang orang yang
sudah dewasa, bukan anak anak lagi. Mahasiswa dipandang sudah lebih dewasa
(aspek kognitif, afektif dan psikomotornya) telah matang. Anggapan tersebut sebagian
besar benar adanya. Namun tidak semua mahasiswa menunjukkan kematangan
yang sama. Tingkat kematangan seseorang sangat dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Baik faktor pola asuh, lingkungan tempat tinggal, dan relasi dalam keluarga
maupun kesediaan seseorang untuk mengembangkan dirinya secara terus menerus.
Tantangan bagi Dosen, apakah dosen bersedia menerima dan mengakui bahwa
mahasiswa yang sehari hari dihadapinya ternyata memiliki tingkat kematangan yang
tidak sama (khususnya dalam menyikapi sesuatu). Bila jawabannya ya, maka harus
dibarengi dengan memberikan perhatian lebih bagi mereka. Perhatian tersebut
banyak bentuknya. Antara lain dengan memberi kesempatan mengikuti perbaikan
saat nilai kuis atau responsi belum menunjukkan hasil yang memadai dan memberi
kesempatan untuk mengumpulkan tugas susulan serta menyediakan waktu untuk
bicara dari hati ke hati.
Anggapan bahwa mahasiswa adalah orang yang telah dewasa secara tidak langsung
menutup “pintu” bagi dosen untuk mengembangkan kepeduliannya terhadap
berbagai kendala yang mungkin dihadapi oleh mahasiswanya. Begitu juga halnya
dengan mahasiswa, ada perasaan sungkan untuk menyampaikan/menceritakan
permasalahan yang sedang dihadapi. Sekedar mengingatkan bahwa sebagai pendidik
tugas kita tidak hanya transfer pengetahuan tetapi juga mencakup berbagai aspek
kehidupan untuk mengantar mereka kepada kedewasaan yang sesungguhnya.
Kedewasaan tersebut akan tampak antara lain pada sikap yang terus menerus
menunjukkan adanya perubahan. Perubahan dalam menepati janji, perubahan
dalam pola belajar,  serta perubahan perubahan lainnya.
Kepedulian dan perhatian yang kita berikan dengan sepenuh hati akan mendorong
orang lain bertumbuh menjadi orang orang yang peduli kelak. (SG)
Refeksi :
Sudahkah kita memedulikan orang-orang di sekitar kita?