MENGUASAI DIRI

Kamis, 24 Juli 2014

MENGUASAI DIRI

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32)

Pada saat ini sebagian anggota masyarakat Indonesia tak mampu menguasai diri, sehingga dengan mudahnya terprovokasi oleh berbagai isu. Tindakan main hakim sendiri dengan memukuli, merusak dan menghancurkan milik orang lain tanpa menanti proses hukum yang berlaku. Keadaan seperti ini harus segera diatasi oleh aparat keamanan dan lembaga keadilan supaya tidak menimbulkan banyak kerugian.

Nas hari ini menyatakan bahwa orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota. Keunggulan seorang pahlawan bukan terletak pada kemahiran menggunakan senjata atau keberanian dalam menyerang musuh, melainkan pada kesabaran menantikan waktu yang tepat untuk memberikan perlawanan dan memenangkan pertempuran. Orang yang menguasai diri mengetahui batas kemampuan dan kelemahan lawan, sehingga ia akan bertindak pada waktu yang tepat. Arti dari penguasaan diri juga adalah sikap kehidupan yang tegas, baik terhadap orang luar maupun terhadap diri sendiri dan juga terhadap keinginan-keinginan duniawi. Ketika kita tahu sesuatu itu salah, kita harus tegas terhadap diri sendiri dan berkata: tidak! Maka keunggulan manusia bukan terletak pada kekuatan fisiknya melainkan pada penguasaan diri.

Kemampuan seseorang dalam menguasai diri perlu melakukan latihan dari hal-hal kecil. Ada orang berkata lebih sukar menguasai diri daripada menjinakkan binatang buas karena menguasai diri berkaitan dengan hawa nafsu. Jika seseorang tidak mampu menguasai dirinya cenderung orang itu akan melakukan tindakan-tindakan apapun untuk memperoleh keinginannya. Tantangan bagi setiap warga kampus yang diberikan kepercayaan dan tanggung jawab, apakah tetap mampu menguasai diri untuk tidak menghalalkan segala cara untuk kepentingannya dan tetap sabar dalam memperjuangkan nilai-nilai hidup kristiani. Dengan memohon pertolongan Tuhan kita percaya akan diberi kemampuan untuk bisa menahan dan mengendalikan diri agar ketika bereaksi, berbicara, berpikir dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan. (RAP)

Refleksi: Penguasaan diri adalah langkah memperoleh kemenangan.