TELADAN DALAM BERBUAT BAIK

“ dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,” (Titus 2:7)

Dr. Johannes Leimena adalah salah satu  pahlawan Indonesia. Ia merupakan
tokoh politik yang paling sering menjabat sebagai menteri kabinet Indonesia
dan satu-satunya Menteri Indonesia yang menjabat sebagai Menteri selama
21 tahun berturut-turut tanpa terputus. Leimena masuk ke dalam 18 kabinet yang
berbeda. Menjadi Pejabat Presiden selama 7 kali pada tahun 1961-1965 tanpa
ada niat untuk merebut kekuasan (kudeta). Leimena dikenal sebagai seorang
pemimpin yang rendah hati, jujur, sederhana, peduli terhadap orang lain, setia, dan
bertanggung jawab. Walaupun dia seorang dokter yang negarawan tetapi banyak
orang mengatakan dia seperti seorang pendeta. Hidupnya menjadi teladan bagi
banyak orang.
Paulus mengingatkan Titus agar memberitakan apa yang sesuai dengan ajaran
yang sehat. Ada dua sasaran utama: pertama, membentuk kepribadian Kristiani
yang dewasa. Kemauan untuk mengajar dan memberi teladan serta kerelaan untuk
diajar dan meneladani. Hubungan interaktif antara ‘memberi’ — ‘menerima’ ajaran
dan teladan adalah proses yang sangat penting untuk menjadikan orang Kristen
bertumbuh menjadi dewasa. Terampil mengajar tetapi tidak memberikan teladan
menjadikan ajaran tersebut pada akhirnya mandul. Meski masih muda, Titus harus
bisa menjadi teladan bagi jemaat dalam segala hal. Sebagai seorang pemimpin dan
duta Kristus, ia memiliki tanggung jawab untuk membuat kebenaran Kristus menjadi
menarik dengan hidup sesuai kuasa firman. Karena itu perilakunya harus sesuai
dengan pengajarannya. Bila tidak, tentu orang lain tidak akan menghiraukan dia.
Dalam surat singkatnya kepada Titus, Rasul Paulus mengatakan sampai tujuh kali
tentang pentingnya melakukan pekerjaan yang baik: suka terhadap hal yang baik
(1:8), mengajarkan hal-hal yang baik (2:3), melakukan perbuatan baik (2:7,14; 3:1,
2,8,14).
Ajaran yang baik dan benar akan membentuk pribadi yang baik. Ajaran yang salah
mempunyai peluang terbesar untuk menciptakan pribadi yang bermasalah. Setiap
orang dipanggil untuk menjadi saksi Kristus melalui tutur kata dan perilaku hidup
sehari-hari. Bersaksi bukan tugas terbatas untuk golongan usia dan jenis kelamin
tertentu. Semua yang tinggal dalam Yesus, hidupnya harus memberikan kesaksian
tentang Dia! (RCM)
Refleksi :
Jadilah teladan dalam berbuat baik berdasarkan kebenaran firman Allah